Bupati Bekasi dan unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi tengah menggelar rapat evaluasi PSBB di ruang rapat bupati, Kamis (2/7/2020). Foto: Humaspro.

SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat: Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja meminta jajarannya untuk meningkatkan pengawasan, sinergi, dan koordinasi yang baik. Hal itu disampaikannya usai ditemukan cluster baru kasus Covid-19 di salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi.

Eka mengungkapkan yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius mengingat Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan Kawasan industri terbesar.

“Kita ini kan daerah industri, jadi harus betul-betul dijaga, jangan sampai ada lagi penambahan cluster-cluster Covid baru dari sektor industri,” kata Eka kepada wartawan usai memimpin rapat evaluasi PSBB di ruang rapat bupati, Kamis (2/7/2020).

Ia meminta kepada seluruh dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Baca juga: Alasan Eka Perpanjang PSBB Proporsional Kabupaten Bekasi hingga 16 Juli

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah menyampaikan kerja sama yang baik antara perusahaan dengan tim gugus tugas merupakan suatu hal yang penting untuk dibangun.

“Tentunya kami juga harus membangun kerja sama yang baik antar tim gugus tugas dengan pengelola kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Ia menyebut, dengan dibangunnya kerja sama ini agar tercipta keterbukaan dan kecepatan dalam hal penanganan kasus Covid-19 yang ada di perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Keterbukaan dan kecepatan penanganan menjadi faktor penting dalam usaha kita bersama. Untuk apa? Tentu untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah kedepannya sehingga penyebaran dapat kita putus,” kata dia.

Tak hanya itu, Alamsyah juga mengatakan hingga Kamis (2/7) sore, tercatat sebanyak 21 orang karyawan telah dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes PCR.

Menurutnya, hal itu terjadi di salah satu perusahaan yang berada di kawasan industri di Kabupaten Bekasi.

“Benar, kami juga telah menelusuri hal tersebut. Sebanyak 21 karyawan di PT Unilever dinyatakan positif, dan telah dilakukan isolasi baik di rumah sakit atau wisma rujukan pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, swab test juga telah dilakukan kepada seluruh karyawan yang ada di perusahaan tersebut.

Baca juga: Menuju AKB, Pemkab Bekasi Perpanjang PSBB Proporsional

Untuk sementara, lanjut dia, perusahaan tersebut telah menghentikan operasionalnya sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

“Semua karyawannya sudah dilakukan swab test, dan perusahannya juga telah berhenti beroperasi untuk sementara waktu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepada masyarakat Kabupaten Bekasi tidak perlu khawatir dan panik. Karena tindakan yang dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat dan sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kepada seluruh masyarakat dihimbau untuk tidak perlu kahwatir mengenai kontaminasi produk, karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen atau produk sehari-hari, baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya (misalnya SARS), untuk itu kemungkinan adanya hal ini sangat kecil untuk terjadi,” pungkas Alamsyah. [WIS]

Tinggalkan Balasan