Puluhan tower mega proyek Meikarta yang sudah “topping off”. Foto: Dokumentasi Lippo Cikarang.

SUARABEKASI.id, Cikarang Pusat: China membatalkan investasinya sebesar Rp 20 Triliun ke mega proyek Meikarta diduga lantaran iklim usaha dan viralnya pemberitaan tentang isu Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negeri Tirai Bambu tersebut.

Demikian diungkap Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rizal Calvary Marimbo.

“Ada peluang investasi puluhan triliun rupiah yang batal masuk Indonesia karena iklim investasi tidak terjaga dengan baik,” kata Rizal Calvary Marimbo dalam konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Budiyanto Tantang Lippo Group Buka-bukaan Soal TKA Proyek Meikarta

Menurut Rizal, ada investor China yang berniat menggelontorkan dananya senilai Rp 20 triliun ke sektor property di mega proyek Meikarta.

Namun sayangnya, kata dia, karena pemberitaan soal tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di proyek Meikarta terus menerus diangkat, investor tersebut hanya menaruh modalnya Rp 4 triliun.

“Karena ada pemberitaan yang terus menerus soal TKA China di sana, itu yang padahal jumlahnya hanya sekitar berapa puluhan orang dan itu yang di-blow up terus akhirnya investornya ini dia cuma masukin sekitar Rp 4 triliun saja,” ungkapnya.

“Kita kehilangan peluang sekarang, banyak sekali sekian triliun, hanya karena kasus (pemberitaan) kemarin itu,” tambah Rizal.

Padahal menurut Rizal, TKA China di sana hanya segelintir orang. Sementara potensi investasi yang bisa diserap mencapai puluhan triliun rupiah.

Dia berharap hal-hal yang dapat mengganggu iklim investasi seperti itu bisa dihindari dan jangan terulang lagi.

“Jadi jangan sampai lagi ini terjadi dan terulang,” tukasnya.

Baca juga: Banyak Ekspatriat, Dewan Minta Eksekutif Perketat Masuknya Virus Corona

Rizal menekankan pentingnya investasi yang masuk ke Indonesia. Pasalnya, hal itu dapat menggerakkan industri, memacu pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya.

“Tapi kalau industri kita suram begitu ya, orang-orang asing lari dari kita, kemudian terjadi capital outflow (aliran modal keluar dari Indonesia), hal-hal yang tidak kita inginkan. Kan yang menerima juga dampaknya ke kita,” demikian Rizal Calvary Marimbo.

Diketahui, isu jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China kali pertama dilontarkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Budiyanto.

Budiyanto berasumsi ada ribuan TKA China yang bekerja di mega proyek Meikarta. Temuan itu diperoleh Budiyanto setelah ikut Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan kesehatan pekerja asing di proyek milik Lippo Group tersebut.

Baca juga: Disnaker Sebut 2.016 WNA Bekerja di Kabupaten Bekasi

Sedangkan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi belum dapat memastikan berapa jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) China di proyek Meikarta tersebut.

Menurut data Disnaker Kabupaten Bekasi, jumlah tenaga kerja asing dari berbagai negara di wilayahnya mencapai 2.016 orang. TKA paling banyak berasal dari Jepang yang mencapai seribu lebih pekerja. TKA terbanyak kedua dari Korea Selatan, dan ketiga dari China sebanyak 246 orang. Selebihnya dari sejumlah negara di Asia, Eropa, dan lainnya. [SAM/MAN]

Tinggalkan Balasan