Peno Suyatno
Kepala Bagian Umum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, H. Peno Suyatno. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Maraknya aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lingkungan perkantoran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi menjadi keluhan para PNS yang membawa kendaraan.

Pasalnya, banyak kejadian yang muncul seperti motor hilang atau pun benda yang terletak di motor ikut hilang.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemerintah Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno, membenarkan sering ada laporan kehilangan yang masuk. Sehingga Pemkab Bekasi berinisiatif membuat parkir elektrik bagi kendaraan yang hendak masuk ke kompleks perkantoran.

“Banyak aduan yang datang terkait kejahatan yang sering terjadi di tempat parkir khusus roda dua. Sehingga Pemkab Bekasi membangun parkir elektrik khusus bagi kendaraan yang akan masuk ke Perkantoran Pemkab Bekasi,” ujar Peno Suyatno, saat berbincang dengan Suara Bekasi, di ruang kerjanya, Senin (9/2).

Peno mengutarakan, pembangunan parkir yang berbasis elektrik akan memudahkan pendataan kendaraan yang masuk ke kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi.

Jika nantinya ada kendaraan yang hendak keluar, kata dia, namun tidak bisa menunjukkan kartu parkir elektriknya, maka petugas yang menjaga akan meminta langsung pemilik kendaraan turun untuk meminta indentitas atau tujuannya ke Pemkab Bekasi.

Parkir berbasis elektronik yang dibangun Pemkab Bekasi yang baru rampung, lanjutnya, untuk mengantisipasi kejahatan yang terjadi di areal parkir.? Selain itu, ada pula petugas yang disiagakan dari Pengamanan Dalam (Pamdal) Pemkab Bekasi berjaga selama24 jam guna mengawasi setiap kendaraan yang terparkir.

“Selain parkir elektrik, petugas Pamda juga disiagakan di tempat parkir selama 24 jam guna mengawasi kendaraan yang terparkir,” ucapnya.

?Peno menambahkan, pihaknya berencana akan membuat parkir elektrik di setiap gedung dinas di komplek perkantoran Pemkab Bekasi. N

Kendati demikian, menurutnya, sebelum membangun pihaknya akan membicarakan terlebih dahulu kepada pimpinan, baik Bupati maupun Sekda, untuk pembangunan parkir elektrik.

Dalam pengelolaannya, Peno menambahkan, parkir elektrik akan diserahkan kepada pihak kedua yakni swasta dengan sistem kerja sama.

“Untuk petugas pamdal yang baru ada sekitar 100 orang. Rencananya akan ditambah jumlahnya paling ideal itu sekitar 150 orang. Nantinya keberadaan pamdal akan disebar di setiap gedung baik yang bertugas di dalam maupun yang bertugas di lapangan. Paling tidak keberdaannya diharapkan dapat menekan kasus pencurian yang sering kali terjadi di perparkiran Pemda,” demikian Peno Suyatno. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here