SUARA BEKASI ONLINE, Bekasi Barat: Jembatan layang Rawa Panjang dan Cipendawa yang diklaim bisa mengurangi 19 titik macet di Kota Bekasi resmi dibuka untuk umum. Peresmian dan pembukaan kedua jembatan sendiri dilakukan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dibangunnya kedua jembatan layang tersebut dinilai untuk meningkatkan sarana perhubungan darat sesuai dengan laju pertumbuhan arus lalu lintas, sekaligus meningkatkan perekonomian  masyarakat. Kondisi Simpang Rawapanjang serta titik macet di Cipendawa perlu ditingkatkan,  mengingat volume angkutan darat setiap tahunnya meningkat.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, jembatan layang simpang Rawa Panjang akan menghubungkan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Siliwangi, sementara jembatan layang Cipendawa adalah akses penghubung untuk memperlancar arus lalu lintas dari dan menuju Kota Bekasi serta daerah lainny.

“Antara lain untuk jalur pembuangan sampah ke TPA Bantar Gebang, transportasi container, kendaraan angkutan berat untuk kebutuhan pabrik-pabrik di sekitarnya dan kendaraan kecil lainnya, maka Pemkot Bekasi bekerja sama dengan Pemda DKI Jakarta membangun Fly-Over (Jalan Simpang Layang) Cipendawa,” ujar Rahmat, Jumat (31/01).

Dengan dibangunnya dua jembatan layang yang dikerjasamakan dengan Pemda DKI Jakarta, Rahmat pun mengucapkan rasa terima kasihnya. Diharapkan, kedua jembatan tersebut akan semakin mengurangi kemacetan yang kerap terkadi di Kota Bekasi.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan dari Pemda DKI Jakarta, dengan ini Kota Bekasi bisa mengurangi tiga titik macet dari 19 titik. Aset jembatan ini, nantinya akan diserahkan ke Pemprov Jabar, karena berada pada kewenangan provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku sangat mengapresiasi atas pembangunan jembatan tersebut yang dinilai sangat cepat. Anies menyebut, kedua jembatan layang menjadi bentuk kemitraan dengan kota penyangga DKI yang bersebelahan, meski beda provinsi.

“Pembangunan flyover simpang Cipendawa dan Rawapanjang kami dukung penuh dan ini akan dirasakan masyarakat luas di Bekasi maupun luar Bekasi. Tugas saya maupun pak wali adalah pelayan masyarakat, hanya perbedaannya memiliki batas administrasi, yang dilayani adalah warga negara Indonesia,” kata Anies.

Anies menyebut, pembangunan kedua jembatan layang tersebut merupakan wujud semangat kerja bersama yang dilakukan Pemkot Bekasi dengan Pemda DKI Jakarta. “Semangatnya kerja bersama, antara kami berdua, sama-sama saling menyangga dan untuk melayani warga,” ujarnya. [RYN]

Tinggalkan Balasan