Hudaya
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bekasi, Hudaya. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bekasi, Hudaya, berulangkali menegaskan bahwa tahun 2015 tidak lagi ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belanja perangkat internet tersendiri (bandwith‎), dan semua harus sudah terintegrasi dengan Diskominfo.

Pasalnya, sebelumnya ada beberapa SKPD yang belanja perangkat internet yang dikelola secara masing-masing, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Keuangan.

“Kami (Diskominfo) meminta kepada dinas yang ada di tahun 2015, tidak lagi ada yang boleh belanja perangkat internet sendiri. Semua harus sudah mulai disinergikan dengan Diskominfo,” ujar Hudaya saat berbincang dengan Suara Bekasi, di ruang kerjanya, Jumat (15/5/2015).

Menurutnya, jika dinas tidak belanja sendiri maka akan ada penghematan pada anggaran yang dikeluarkan. Maka dari itu, kata dia, pihaknya meminta semua dinas yang ada untuk lebih banyak berkoordinasi apabila membutuhkan suatu perangkat teknologi (IT) yang kaitannya untuk akses internet.

Ia menuturkan, seminggu lalu Sekretaris Daerah sudah memaraf kegiatan yang konsepnya sudah ia buat mengenai perlunya sinergitas antar SKPD, agar tidak ada lagi yang belanja perangkat teknologi informasi (IT) secara sendiri.

Dengan demikian, kata dia, akan ada penghematan anggaran dalam belanja IT yang sebelumnya dilakukan secara masing-masing SKPD setelah bersinergi melalui Diskominfo.

“Akan ada penghematan anggaran jika SKPD bersinergi dengan Diskominfo. Apabila dilakukan tersendiri anggaran yang dikeluarkan akan lumayan besar baik dari sisi perawatan sampai kepada suku cadangnya apabila tidak siap,” tutur mantan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja ini.

Disinggung Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi yang ingin menggunakan perangkat IT berupa CCTV untuk memantau jalan, Hudaya mengatakan bahwa Diskominfo berencana akan memasang kabel fiber optik mulai tahun 2015 di sepanjang jalan kabupaten di 12 kecamatan.

Seperti di jalan negara, kata Hudaya, Dishub dapat memanfaatkannya asalkan terkoordinir dan terintegrasi dengan Diskominfo.

Ia menambahakan, soal posko bersama saat ini belum ada. Tetapi kalau sudah ada data center ‎nanti akan lebih terkoordinir dan terintegrasi.

Tahun 2015 di Dinas Bangunan sudah ada detail engginering desain (DED), dan sudah ada dalam DPA yang dimasukkan dalam lelang.

“Tahun 2015 Diskominfo merencanakan pembangunan kabel fiber optik di 12 kecamatan sebagai pilot project sinergitas IT,” demikian Hudaya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here