BPLH Ditantang Tuntaskan Kasus Hyundai
BPLH Ditantang Tuntaskan Kasus Hyundai

SUARA BEKASI, Cikarang Selatan: Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi (BPLH) ditantang untuk segera menuntaskan kasus Ipal Hyundai yang saat ini tengah bergulir dan menjadi perhatian publik.

Hal itu terungkap dalam kesepakatan bersama sejumlah elemen masyarakat yang membentuk sebuah wadah yang menamakan dirinya Aliansi Peduli Lingkungan Kawasan Industri (APLKI) Kabupaten Bekasi.

Mereka yang terdiri dari Paguyuban Warga Desa Cibatu (PWDC), Garda Muda nasional (GMN) Kabupaten Bekasi, LSM el-Kail serta komunitas penggiat lingkungan Poncol Hijau (PD) Desa Pasir Sari bersepakat mengawal hingga tuntas kasus hukum yang menjerat Ipal Hyundai.

“Kita menuntut kepada pemerintah dalam hal ini BPLHD agar menegakkan supermasi hukum atau aturan yang berlaku berdasarkan UU lingkungan hidup baik secara perdata maupun pidana terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Ipal Hyundai,” ujar Ketua Aliansi Peduli Lingkungan Kawasan Industri (APLKI) Kabupaten Bekasi, Sahim beberapa waktu lalu.

Dikatakannya alianasi akan mengawal proses tersebut dan mempertanyakan permasalahan tersebut dengan membuat tim untuk mengawal kasus Ipal Hyundai yang tengah bergulir.

“Bila pemkab lembek dan kasus ini jalan ditempat kita akan musyawarah dengan anggota untuk menetukan sikap, karena dari penilaian kami Hyundai sendiri bandel dan terlihat menyepelekan serta tidak menghargai Pemkab Bekasi. Bila perlu kita akan demo ke lokasi, ”tambahnya.

Selain itu dari pengamatannya tidak tertutup kemungkinan ada kawasan atau perusahaan lain juga yang membuang limbah ke Kali Cikadu lantaran kali tersebut melewati beberapa kawasan dan pabrik

“Pada prinsipnya kita akan cari tahu dan bukti karena besar kemungkinan kawasan lain atau pabrik juga membuang limbah ke situ,” imbuhnya.

Ia berharap Pemkab Bekasi jangan mau disetir oleh pengusaha dan pihkanya akan terus mendorong dan memperjuangkan serta membantu pemerintah dengan bukti-bukti yang valid untuk menegakan aturan.

Sementara itu Ketua el-Kail Cikarang Selatan, Regi mengatakan akan terus mengawal segala sesuatu yang berkaitan dengan lingkungan hidup termasuk kasus Ipal Hyundai yang tengah mengemuka. Dari data yang dimilikiya ada sekitar 100 pabrik yang menempati Kawasan Hyundai dengan aneka macam usaha dan ada yang memiliki limbah beracun dan berbahaya (B3).

“Dari hasil penelitian kami serta terjun kelapangan bahwa Sungai Cikadu yang melewati beberapa kawasan termasuk Hyundai saat ini sudah melebihi ambang batas dan baku mutu air. Itu bisa dilihat secara kasat mata dengan hitamnya air Kali Cikadu serta hasil uji laboratorium,” terangnya.

Dikatakanya kasus yang menjerat Ipal Hyundai akibat tidak ada itikad baik serta arogansi pihak pengelola kawasan untuk menyelesaikan kasus tersebut yang difasilitasi BPLHD di luar meja hijau.

“Wajar saja kalau sekarang itu baik secara perdata dan pidana mereka diajukan itu akibat arogansinya mereka,” terangnya. (taj)

Tinggalkan Balasan