Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin
Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Pada 2016 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berencana akan mengucurkan bantuan melalui dana hibah untuk tenaga honorer guru madrasah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi.

Bantuan tersebut rencananya akan dianggarkan sebesar Rp 200 ribu per guru, yang diberikan secara berkala untuk 700 orang guru.

“Kami dari Pemda Bekasi akan kembali memberikan bantuan melalui hibah sebesar 200 ribu per bulan untuk para guru madrasah. Sehingga dengan sedikit bantuan ini bisa bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Bekasi,” ujar Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin kepada wartawan, usai membuka kegiatan pembinaan guru madrasah, di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kamis (5/3/2015).

Menurutnya, guru madrasah adalah sosok pengajar tentang keagaamaan. Sehingga generasi penerus bukan hanya bisa belajar secara umum saja, namun penting terhadap pendalaman keilmuan keagamaan.

Neneng berharap, usulan Pemda bisa diakomodir oleh DPRD Kabupaten Bekasi, sehingga setidaknya bisa membantu para guru honor madrasah.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Sobirin, mengatakan, bahwa bantuan tersebut sudah bergulir sejak lama.

Menurutnya, sejak tahun 2013 tercatat ada 7 ribu orang yang sudah menerima bantuan dari total 11.500 orang.

Atas nama lembaga, pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang akan kembali diterima para guru madrasah yang awalnya hanya menerima Rp. 150 ribu perbulan. Namun,  kini Bupati berjanji akan menambah menjadi Rp 200 ribu perbulan dari sumber dana hibah.

“Penerima bantuan hibah ada sekitar 7 ribuan orang dan kini alhamdulillah Bupati akan kembali anggarkan bantu menjadi 200 ribu,” kata Sobirin.

Sobirin mengakui, penghasilan guru madrasah memang sangat minim. Kendati demikian, menurutnya, walaupun dengan honor yang relatif kecil, pihaknya masih dapat memberdayakan seluruh potensi yang ada, sehingga para guru honorer di lingkungan instansinya tetap bisa berjalan dengan baik.

“Guru itu profesi yang mulia, ajaib memang, walaupun gaji kecil tapi berkah sampai sekarang tidak pernah ada yang kekurangan,” ungkapnya.

Sobirin berharap kepada para guru yang menerima bantuan dapat memaksimalkan kinerjanya dengan profesional dalam membantu mendidik para siswa.

“Harus ada keseimbangan terhadap peningkatan gaji honor mereka dengan peningkatan kinerjanya dengan baik,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here