SMPN 1 Babelan
SMP Negeri 1 Babelan Kabupaten Bekasi (Foto: Dokumentasi Suara Bekasi)

SUARA BEKASI, Babelan: Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Babelan Kabupaten Bekasi diduga telah memungut dana kematian kepada seluruh siswa setiap minggu.

Orangtua salah satu siswa sekolah tersebut telah membeberkan adanya pungutan iuran kematian itu.

Bunga (bukan nama sebenarnya), mengatakan kepada Suara Bekasi, bahwa setiap anak diwajibkan oleh sekolah untuk membayar iuran dana kematian sebesar Rp 1000 per minggunya.

Ia menilai, iuran dana kematian tersebut dianggap tidak wajar dan telah memberatkan orangtua siswa.

“Tiap hari anak saya dimintain uang Rp 1000. Bahasanya sih buat uang kematian, tapi setiap hari siapa yang mati si?,” tandas Bunga kepada Suara Bekasi, Ahad (29/3/2015).

Kepala SMP Negeri 1 Babelan, Nisan, melalui pesan singkatnya membantah adanya iuran dana kematian di sekolah tersebut.

Menurutnya, yang ada di SMPN 1 Babelan hanya uang ta’ziah yang dilakukan atas dasar keikhlasan tanpa ada unsur paksaan.

“Kaga (tidak, red) benar pungutan tersebut Bang. Yang benar uang ta’ziah kematian untuk keluarga besar sekolah, yaitu musibah kematian siswa, guru, staf, siswa. Spontanitas dan keikhlasan dari ta’ziah tersebut,” terangnya. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here