Beranda Bekasi Mahfudz Abdurrahman: Pelestari dan Budayawan Bekasi Tidak Lupakan Sejarah

Mahfudz Abdurrahman: Pelestari dan Budayawan Bekasi Tidak Lupakan Sejarah

0
Mahfudz Abdurrahman
TARIAN REBUT DANDANG: Mahfudz Abdurrahman (peci merah) hadiri ‘Lomba Rebut Dandang’ yang dihelat GM-SPSB3, di Balai Patriot Jalan Ahmad Yani No. 01 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Ahad (01/03/2015). FOTO: HERRY ZAINUL KHUSNI/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Kota Bekasi: Anggota Komisi V DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Abdurrahman, hadiri lomba ‘Rebut Dandang’ yang dihelat Gerakan Moral Silaturahmi Pelestari Silat Budaya Betawi Bekasi (GM-SPSB3), di Balai Patriot, Jalan Ahmad Yani No. 01 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Ahad (01/03/2015).

Dalam perlombaan tersebut, Mahfudz Abdurrahman yang menjadi tamu sekaligus penasehat dalam Budaya Betawi Bekasi, sangat mengapresiasi acara yang telah dilaksanakan oleh GM-SPSB3.

Menurutnya, para pelestari dan budayawan Bekasi tidak melupakan sejarah yang telah membawa kemerdekaan Kota Bekasi, sehingga mengantarkan Kota Bekasi berulang tahun hingga ke-18.

Mahfudz menuturkan, Tarian ‘Rebut Dandang’ pada perlombaan tersebut merupakan kebudayaan khas Betawi. Biasanya, kata dia, tradisi tarian pendekar-pendekar Betawi ini digelar sebelum acara pernikahan.

Selain itu, lanjut dia, tradisi ini telah menjadi ritual wajib bagi masyarakat Betawi dan berisi adu silat antara jagoan kedua mempelai.

“Kedua pendekar mengeluarkan jurusnya masing-masing, dalam tradisi ini pendekar dari mempelai pria harus memenangkan ‘duel’ tersebut,” beber Mahfudz saat berbincang dengan Suara Bekasi, usai acara tersebut.

Kecintaan Mahfudz Abdurrahman terhadap budaya leluhur, telah membuatnya turut andil dalam melestarikan kebudayaan asli Betawi tersebut.

Bahkan, Mahfudz Abdurrahman pun selalu menyempatkan dirinya untuk bisa membaur dengan para pelestari dan budayawan Bekasi.

Ia pun menjelaskan makna di balik kesenian ‘Rebut Dandang’ berkaitan dengan pentingnya tata krama.

“Kalau kita datang ke kampung orang tidak boleh maen nyelonong aja,” ucapnya dengan canda. [HER]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini