Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja saat memberikan penjelasan kepada awak media terkait simulasi persiapan pembelajaran tatap muka tahun 2021 di SDN Karangraharja 02 Cikarang Utara, Selasa (15/12/2020). Foto: Wisnu Wiriyan/suarabekasi.id

SUARABEKASI.ID, Cikarang Utara: Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan akan menindak tegas semua jajarannya jika terbukti kedapatan melakukan penyimpangan atau penyelewengan anggaran dalam sejumlah proyek pembangunan di wilayahnya.

Hal itu ditegaskan Eka Supria Atmaja di sela-sela kunjungannya dalam kegiatan simulasi persiapan pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Cikarang Utara yang rencananya akan diterapkan pada 2021 mendatang.

“Apabila ditemukan pelanggaran atau tidak sesuai dengan spek yang ada, tentu saja saya akan menindak tegas jajaran saya yang memang bermain-main dengan hal tersebut (penyimpangan anggaran, red),” kata Eka Supria Atmaja kepada sejumlah awak media usai simulasi pembelajaran tatap muka di SDN Karangraharja 02 Cikarang Utara, Selasa (15/12/2020) pagi.

Baca juga: Kabupaten Bekasi Gelar Simulasi Persiapan Belajar Tatap Muka 2021

Pria yang akrab disapa Bang Eka ini menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi pada tahun 2020 ini menjadikan tahun prestasi dan tahun kualitas khusus untuk infrastruktur.

Artinya, kata dia, semua program dan pelaksanaan pembangunan harus mengutamakan mutu dan kualitas, tepat waktu, dan juga tepat sasaran. Sehingga kalau cepat dan tepat sasaran, masyarakat dapat menikmati hasil kerja Pemkab Bekasi.

“Jadi, intinya kita memang ingin pembangunan kita itu berkualitas, kita ingin uang masyarakat itu dipergunakan untuk masyarakat juga,” tandasnya.

Terkait kontroversi proyek pembangunan toilet sekolah senilai ratusan juta rupiah yang menjadi perbincangan di masyarakat, ia mengatakan jika pengerjaan proyek tersebut baru mencapai 35 persen.

Saat ini, kata dia, dirinya terus memonitor pembangunan toilet tersebut hingga selesai dan nantinya akan dievaluasi juga oleh Inspektorat.

“Ini kan pengerjaannya baru 35 persen. Jadi, nanti akan kita lihat sejauh mana nanti dikerjakan sampai selesai, dan saya akan mengevaluasi terhadap apa yang sudah dikerjakan. Nanti ada Inspektorat yang melihat,” katanya.

Setelah melihat pembangunan toilet SDN Karangharja 02 Cikarang Utara, ia mengklaim proses pengerjaannya sudah sesuai aturan.

Kendati demikian, kata dia, untuk hal-hal yang bersifat teknis silakan dipertanyakan langsung kepada dinas terkait yang menangani proyek tersebut.

Dari pantauan media ini, selain meninjau kondisi toilet, Bang Eka juga melihat spesifikasi proyek toilet tersebut yang nantinya dijadikan sebagai salah satu pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di tengah pandemi Covid-19.

“Pembangunan toilet tersebut dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 menjelang diberlakukannya pembelajaran tatap muka pada 2021 mendatang,” imbuhnya.

Didampingi Plt Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Kabid Pembangunan Gedung Negara, Bupati Bekasi meninjau pembangunan toilet di SDN Karangraharja 02 sebagai sarana pendukung pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19, Selasa (15/12/2020). Foto: Wisnu Wiriyan/suarabekasi.id.

Terpisah, Kepala Bidang Pembangunan Gedung Negara pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro, mengatakan harga Rp 198 juta dalam pembangunan satu toilet dinilai sudah sesuai standar spesifikasi.

Dia mengklaim, harga tersebut di bawah harga satuan Kabupaten Bekasi yang permeter persegi tanpa tingkat adalah 5.800.000 rupiah, sementara toilet itu adalah 4.200.000 rupiah.

“Nah harga dari toilet ini kalau dihitung dengan semua komponen, itu masih di bawah angka standar yaitu 4.200.000 rupiah,” katanya.

Selain membangun toilet, kata dia, harga itu juga mendapatkan beberapa komponen di antaranya lima tempat cuci tangan, dua wastafel, dan dua penampung air.

Kemudian ada view filter, ada septic tank, ada toren air, serta wastafel tinja yang juga merupakan komponen pendukung toilet tersebut.

Sedangkan untuk spek yang lain seperti kran air setara toto, wastafel, closet duduk, atap menggunakan woodline, serta kusen dan pintu menggunakan aluminium flat yang dilapis HPL (High Pressure Laminate).

“Untuk fasilitas keseluruhan dengan ukuran luas lahan 35,8 meter persegi, termasuk pekerjaan water tank, toren, septic tank, sama wastafel yang tersebar ada lima buah dengan instalasinya,” Benny memerinci.

Dia menambahkan, nominal untuk pengerjaan satu buah proyek toilet tersebut di luar potongan pajak dan keuntungan dari kontraktor.

“Kalau tanpa pajak dan keuntungan kontraktor itu harganya sekitar 149 juta rupiah. Tapi kan kalau di kita ada pajak 12 persen, dan juga ada keuntungan dari kontraktor sekitar 10 sampai 15 persen,” ungkapnya. [WIS/MAN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here