Beranda Berita Utama Wujudkan Pengembangan Desa Berbudaya, Camat Cibitung Gagas Desa Wisata Ecovillage

Wujudkan Pengembangan Desa Berbudaya, Camat Cibitung Gagas Desa Wisata Ecovillage

0
Kunjungan Camat Cibitung dan Kepala Desa Wanajaya untuk persiapan ecovillage desa eco wisata. Foto: Diskominfosantik.

SUARABEKASI.ID, Cibitung: Camat Cibitung, Encun Sunarto, mengatakan pihaknya tengah berupaya merealisasikan gagasan menjadikan Desa Wanajaya sebagai Desa Wisata dengan konsep bertajuk ecovillage dengan turut menggandeng pihak swasta sebagai wujud pengembangan desa yang berbudaya dan lestari.

Menurutnya, gagasan ecovillage bertujuan untuk memaksimalkan potensi sumberdaya alam yang ada melalui interaksi masyarakatnya terhadap lingkungan sekitar.

“Konsep ecovillage ini sendiri, nantinya akan menjadi destinasi desa eco wisata dengan memaksimalkan potensi lingkungan yang ada, sehingga mampu memberdayakan masyarakat untuk mencapai kualitas individu, keluarga, masyarakat secara luas serta kualitas lingkungan alam yang berkelanjutan,” ucap Encun Sunarto, Jumat (04/03/22).

Ia menjelaskan, kerjasama dengan PT. Hyundai melalui CSR-nya pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, selain akan membangun Ecovillage Wanajaya, pihaknya juga merencanakan akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di desa tersebut.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Unsur Muspika Cibitung Gelar Apel Siaga Bencana

Adapun program-program yang tertuang dalam rencana aksi ecovillage di antaranya, Bank Sampah, Rumah Pangan Lestari, Tanaman Keluarga, Konservasi dan Penghijauan.

“Iya jadi selain hadir desa eco wisata di Desa Wanajaya, kita juga akan membangun TPS3R. Jadi aspek pendukung dari hadirnya desa wisata maka sarana dan prasarana pengolahan sampah ramah lingkungan juga menjadi faktor penting yang akan kita coba bangun. Kita juga punya DAS Sungai CBL yang sangat berpotensi untuk mendukung ecovilage” katanya.

Encun menjelaskan, TPS3R yang hadir di tempat strategis merupakan sistem pengelolaan dan teknologi pengolahan sampah, sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya di desa eco wisata tersebut.

Lanjtunya, melalui TPS3R ini, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah yang dapat dikurangi, namun juga dapat menghasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah tersebut.

“Dengan begitu, keterlibatan masyarakat akan membawa dampak yang positif melalui pemberdayaan yang ada. Sehingga diharapkan dengan hadirnya konsep ini maka membawa kesejahteraan terhadap masyarakat di sana,” ujarnya.

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumberdaya alam yang dapat menunjang realisasi ecovillage yang saat ini sudah tersedia di antaranya, Kampung Jamur dengan budidaya jamurnya, Kampung Kristal dengan tanaman jambu kristalnya, Kampung Anggur dengan berbagai tanaman anggurnya, Kampung Lele dengan budidaya lelenya dan potensi lokal lainnya. [WIS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini