Beranda Pendidikan Wajib Belajar 12 Tahun Enggak Harus Sekolah Formal

Wajib Belajar 12 Tahun Enggak Harus Sekolah Formal

0
Wajib Belajar 12 Tahun
Pemerintah membolehkan masyarakat memenuhi kewajiban belajar 12 tahun di sekolah non formal.

JAKARTA – Program wajib belajar 12 tahun yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak harus dijalani di sekolah formal. Masyarakat bisa memenuhi kewajiban belajarnya di sekolah non formal.

“Anak bangsa dapat mengenyam pendidikan di sekolah non formal seperti home schooling, sehingga kita mempersiapkan satu sistem database sekolah di mana saja dan itu terdata,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Menengah (Dirjen Dikmen) Kemendikbud, Ahmad Jazidie.

Program wajib belajar 12 tahun ini sendiri menjadi salah satu poin dalam nawacita dan janji pemerintahan saat ini. Jazidie mengklaim, pihaknya sudah mempersiapkan program ini dengan cermat.

“Semua anak bangsa usia sekolah wajib belajar 12 tahun. Kami sudah menyediakan infrastruktur dan pelatihan guru, itu semua kita kerjakan,” ucapnya.

Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas partisipasi pendidikan bagi semua anak di seluruh Indonesia. Pemerintah akan memastikan transisi yang mulus di tiap jenjang sekolah, mengurangi tingkat drop out (DO) serta mendukungnya dengan kapasitas infrastruktur dan kualitas pengajaran yang memadai.

Pada pendidikan di tingkat menengah, dibuatlah program Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi keluarga miskin. Di saat yang sama akses pendidikan umum dan kejuruan dalam program wajib belajar 12 tahun akan diperluas sebagai respons atas kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.

Jazidie menambahkan, kualitas pembelajaran akan diperkuat melalui penyusunan kurikulum yang mendukung kompetensi siswa dengan keterampilan abad ke-21. Kurikulum tersebut juga dirancang agar memungkinkan siswa untuk mengembangkan potensi mereka seluas-luasnya.

“Selain itu, akan disusun strategi prioritas untuk meningkatkan profesionalisme, kualitas dan akuntabilitas guru serta tenaga pendidikan agar mereka dapat mengimplementasikan kurikulum sebaik-baiknya,” imbuh Jazidie. (oke)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini