Demo PDAM, Tirta Bhagasasi
DESAK MUNDUR: Untuk kali kedua, Forum Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (FP-BUMD), kembali geruduk kantor PDAM Tirta Bhagasasi. Mereka menuntut pengunduran diri Direktur Usaha (Dirus) dan Direktur Teknik (Dirtek). FOTO: AHMAD SURYADI ARE/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Bekasi Barat: Untuk kali kedua, Forum Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kembali geruduk kantor PDAM Tirta Bhagasasi. Mereka menuntut pengunduran diri Direktur Usaha (Dirus) dan Direktur teknik (Dirtek).

Koordinator aksi, Muhammad Fajri yang ditemui usai memberikan orasi menyebutkan, sampai saat ini kinerja Dirut dan Dirtek PDAM Tirta Bhagasasi belum juga membawa perubahan terutama dalam bidang pelayanan air bersih.

“Aksi kita tetap sama, yakni menuntut mundur Dirut dan Dirtek PDAM Tirta Bhagasasi yang dinilai buruk kinerjanya,” ujarnya kepada awak media usai orasi, Senin (19/1).

Dibeberkan, desakan mundur yang dialamatkan kepada Dirus dan Dirtek yang dinilai gagal memberikan pelayanan kepada masyarakat Bekasi, terutama dalam masalah air bersih yang masih menjadi keluhan para pelanggan.

Masyarakat Kabupaten Bekasi sebagai konsumen, kata dia, sering mengeluhkan air yang masih sering keluar kecil bahkan tersendat saat menjelang sore.

Selain persoalan air yang mengalir kecil, sambung dia, pihaknya melihat kinerja yang dilakukan PDAM dengan sejumlah pihak ketiga pun dinilai belum berjalan secara maksimal. Bahkan cenderung merugikan PDAM Tirta Bhagasasi.

Anggaran yang dimiliki PDAM sepenuhnya bersumber dari APBD yang dibayarkan melalui pajak masyarakat. Jadi, kata dia, wajar jika masyarakat menggugat kinerja PDAM yang dinilai bobrok dan tidak profesional.

“PDAM harus akuisisi, karena banyaknya pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak ketiga tidak memberikan keuntungan kepada PDAM sendiri,” ucapnya.

Lebih jauh dibeberkan, semua jajaran Direksi PDAM harus dikoreksi, karena kinerja PDAM khusunya Dirus dan Dirtek tidak bisa membuat terobosan, bahkan banyak kegagalan di lapangan yang ada selama ini.

Maka dari itu, katanya, pihaknya menganggap keberadaan dewan pengawas yang notabene perpanjangan tangan dari pemilik saham dianggap tidak punya keputusan yang jelas.

“Kami akan terus menyuarakan Dirus dan Dirtek untuk mundur, apabila terbukti penyelewengan kami seret ke pemilik dan ke pengadilan,” ancam Muhammad Fajri berapi-api.

Pihaknya, kata dia, akan terus mengawal sampai semua Direksi PDAM turun untuk memenuhi tuntutannya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi, Noerhawi Afandi yang hadir di tengah pendemo justru ditolak keberadaannya karena dinilai tidak memberikan solusi atas persoalan yang ada di tubuh PDAM.

Bahkan, Noerhawi Afandi yang ditemui di lokasi kepada wartawan mengatakan, dirinya hadir atas permintaan para pendemo, namun para pendemo menolak.

Padahal, sambung dia, dirinya hadir untuk menjaring aspirasi yang disampaikan para pendemo terkait tuntutan mundur Dirus dan Dirtek?. Sebabnya, kata dia, tuntutan pengunduran diri ada mekanismenya yang akan dibahas bersama mengenai kinerja yang disebutkan oleh para pendemo.

“Saya hadir untuk mewakili para direksi yang kebetulan sedang pada sibuk. Namun ditolak. Padahal, sebagai Anggota Dewan Pengawas, saya akan menampung aspirasi yang disampaikan pendemo. Apapun masalahnya sekiranya ada solusi pastinya untuk persoalan ini. Dan terkait kinerja yang disebutkan ada yang bobrok dan profesional sekiranya itu bisa jadi bahan evaluasi.” Pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here