BERBAGI
Ribuan buruh geruduk Disnaker Kota Bekasi, Kamis (24/1/2019). Mereka menuntut UMS Kota Bekasi sebesar Rp4,2 juta dinaikan. Mereka juga menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Foto: Sas/suarabekasi.id

SUARA BEKASI ONLINE, Kota Bekasi: Ribuan buruh yang tergabung dalam elemen pekerja di Kota Bekasi Jawa Barat (Jabar) menggeruduk Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Kamis (24/01/2019).

Sejumlah tuntutan disampaikan, di antaranya mereka menuntut Upah Minimum Sektor (UMS) Kota Bekasi dinaikan, karena tidak lagi dianggap mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dalam orasinya, mereka meminta UMS Kota Bekasi sebesar Rp4,2 juta dinaikan. Mereka juga menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan lantaran dianggap hanya menguntungkan pihak pengusaha.

Koordinator Aksi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Supriatna, mengatakan pihaknya menuntut agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sesegera mungkin menetapkan UMS Kota Bekasi pada 2019 ini.

“Kami sudah beberapa kali melakukan aksi dan puncaknya pada hari ini,” ungkapnya.

Supriatna meminta kepada Pemerintah Kota Bekasi harus tegas mengambil sikap terkait hal tersebut, sehingga para buruh mendapatkan penetapan UMSK-nya.

Ia menegaskan, untuk kenaikan UMSK di Kota Bekasi paling tidak berada di angka Rp500 ribu pada 2019 ini.

“Namun sampai saat ini Pemerintah Kota Bekasi belum juga mengambil sikap terkait masalah UMSK,” ujar Supriatna.

Dikatakannya, hingga sampai hari ini belum ada keputusan terkait besaran UMSK Kota Bekasi tahun 2019.

“Harapan kami bahwa hari ini ada keputusannya mengenai penetapan UMSK Kota Bekasi dari Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, ada beberapa orang perwakilan buruh diterima untuk melakukan dialog dengan pihak Disnaker.

Meski demikian, kata dia, para buruh tetap mengancam akan terus berunjuk rasa jika tuntutan mereka tidak juga dipenuhi oleh pihak Pemerintah Kota Bekasi.

“Kita akan melakukan aksi lagi yang lebih besar lagi jika belum ada keputusan yang dihasilkan,” pungkasnya. [SAS/TUK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here