Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja didampingi Sekretaris Daerah dan Asda 1, saat memberikan keterangan pers terkait pemberlakuan PSBB di wilayah Kabupaten Bekasi, Senin (13/4/2020). Foto: Wisnu Wirian/suarabekasi.id

SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat: Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja akan melakukan evaluasi terkait kemungkinan akan diperpanjang atau tidaknya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah setempat. Hal itu dikatakannya usai melihat perkembangan yang positif khususnya terhadap angka kasus pasien Covid-19.

Menurutnya, hingga hari ke-11 PSBB, Tim Gugus Tugas mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi jauh lebih banyak dari pada pasien yang dirawat.

Alhamdulillah setelah kita melakukan PSBB, perkembangan kasus COVID-19 ini sudah mulai flat. Jumlah pasien yang dirawat jauh lebih sedikit dibanding yang sembuh, hingga Sabtu ini jumlah pasien yang sembuh sudah mencapai 29 orang,” ujar Eka Supria Atmaja yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, di Cikarang, Sabtu (25/4/2020).

Eka mengatakan, selain jumlah pasien yang dirawat jauh lebih sedikit dibandingkan pasien yang sembuh dari COVID-19, angka pertambahan kasus baru COVID-19 di Kabupaten Bekasi juga sudah mulai mendatar dan tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan.

“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan rapat evaluasi Gugus Tugas bersama Unsur Forkopimda. Rapat tersebut akan membahas mengenai apakah pelaksanaan PSBB di wilayah Kabupaten Bekasi perlu diperpanjang atau tidak,” ujarnya.

Pihaknya akan meminta pendapat dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengenai perlu atau tidaknya melakukan perpanjangan pelaksanaan PSBB di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Ya kami juga akan meminta pendapat dari Gubernur Jawa Barat, apakan wilayah Kabupaten Bekasi akan melakukan perpanjangan pelaksanaan PSBB seperti wilayah DKI Jakarta yang memperpanjang pelaksanaan PSBB hingga 28 hari,” tutupnya.

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menambahkan bahwa pelaksanaan PSBB dianggap cukup efektif dalam pemutusan penularan Covid-19 secara lokal. Ia berharap tidak ada kasus baru yang signifikan di Kabupaten Bekasi.

Meskipun demikian, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan screening baik melalui rapid test maupun diagnosis SWAB kepada warga berstatus ODP maupun yang berkontak erat dengan PDP Positif. Ia mengklaim setiap harinya dilakukan tidak kurang sebanyak 50 orang yang diambil sampelnya.

“Kami lakukan pengujian kepada 50 orang perharinya baik rapid test maupun swab test untuk men-screening penyebaran kasus di Kabupaten Bekasi ini,” ungkap Alamsyah.

Ia mengatakan, dari hasil tes tersebut sejauh ini semuanya dinyatakan negatif, sehingga sampai dengan Sabtu (25/4) ini belum ada penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Diketahui, data dari website resmi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi (PIKOKABSI), diketahui sampai dengan Sabtu (25/4) pukul 20.00 WIB, warga Kabupaten Bekasi yang dinyatakan positif COVID-19 sebanyak 63 orang, di mana jumlah penambahan kasus positif baru yang terakhir terjadi pada Rabu (22/4).

Berdasarkan jumlah positif tersebut, diketahui sebanyak 29 orang sembuh, 8 orang meninggal, 6 orang dirawat di Rumah Sakit dan 20 orang melakukan isolasi mandiri.

Sementara untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2362 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 707 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 335 orang dan Orang Pelaku Perjalanan sebanyak 5 orang. [RYN/HUM]

Tinggalkan Balasan