Trah Soekarno
Trah Soekarno Paling Tidak Direkomendasikan Pimpin PDIP Lagi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Jelang Kongres Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) yang akan dilaksanakan di Sanur, Bali, pada 8-12 April 2015, tampaknya tidak akan memuluskan Megawati Soekarnoputri sebagai orang nomor satu pada partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Berdasarkan hasil riset Poltracking, trah Soekarno merupakan figur yang paling tidak diharapkan menjadi Ketua Umum PDIP oleh masyarakat.

Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yudha, mengatakan, sebanyak 200 orang pakar yang melakukan riset dan tersebar di seluruh Indonesia.

“Ada sembilan nama yang menjadi Caketum PDIP, proses penilaian dilakuakan Desember hingga Januari. Metode selanjutnya setelah melakukan berbagai macam tahapan, respondennya merupakan pakar dan menjadi juri. Hasilnya, publik berharap suksesor PDIP nantinya bukan berasal dari trah Soekarno,” kata Hanta saat merilis hasil survei Poltracking di Hotel Sofyan, Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2015).

Sementara, salah satu juri, Prof Dr Hamdi Muluk mengatakan, hasil survei ini merupakan harapan publik yang tidak menolak adanya politik dinasti.

“Mereka menganggap hal itu lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya,” papar Hamdi.

Kata Hamdi, masyarakat menilai bila figur seperti Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo dan Puan Maharani hanya mendompleng nama besar dari Sang Putra Fajar.

“Namun semua orang pasti sudah tahu bahwa Megawati Pasti akan terpilih menjadi Ketua Umum PDIP Kembali, hanya saja jika kita mengkhayal dan PDIP berani munculkan kader baru dan mau mendengar suara kami agar publik tidak sinis terhap partai politik,” tandasnya.

Berikut salah satu hasil riset Poltracking terkait figur yang paling tidak direkomendasikan jadi Ketum PDIP:

1. Puan Maharani 25.04%

2. Prananda Prabowo 17.64%

3. Megawati Soekarnoputri 16.91%

4. Hasto Kristianto 8.08%

5. Maruar Sirait 7.35%

6. Tjahaji Kumolo 6.61%

7. Ganjar Pranowo 5.14%

8. Pranomo Anung 2.94%

9. Joko Widodo 2.94%

(oke)

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here