Prof. Nila
Tim kesehatan harus kuat di puskesmas (Foto: Okezone)

SUARA BEKASI, Jakarta: Menteri Kesehatan prof. Nila F Moeloek mempunyai mimpi menguatkan fasilitas kesehatan primer di puskesmas pada masa kerjanya. Tentu hal ini juga harus didukung dengan penguatan sumber daya manusia yang profesional di bidangnya, seperti dokter dan perawat.

Menkes Nila mengatakan, pendukung penguatan fasilitas layanan kesehatan bukan hanya ilmu dan tenaga dari dokter dan perawat profesional. Tetapi, juga tim yang solid hingga tenaga peneliti penyakit.

“Sumber daya manusia di layanan kesehatan primer harus diatur lagi. Bukan hanya dokter umum yang kerja, tapi juga harus punya tenaga kesehatan masyarakat, bidan, perawat, analisi laboratorium yang sederhana, dan farmasi. Tim itu harus ada,” ujar Prof. Nila kepada wartawan di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta, Rabu (25/02).
Menurutnya, jika sudah ada sumber tenaga dokter dan perawat yang ahli di puskesmas, pasien tidak perlu lagi segera dirujuk ke rumah sakit sekunder.

“Kalau sudah dirujuk ke rumah sakit sekunder, atau misalnya rumah sakit tengah, mereka harus punya dokter spesialis yang jumlahnya tidak terbatas. Minimal setiap rumah sakit punya empat ahli di bidangnya, seperti spesialis anak, bedah, penyakit dalam, kebidanan, dan pendukungnya anestesi. Itu ada kategorinya yang sudah dibuat Kemenkes, dan dirujuk ke tipe A yang umumnya subspesialis cukup banyak,” paparnya.

Prof. Nila mengungkapkan, untuk mewujudkan impian terssebut membutuhkan waktu, terutama untuk mendapatkan ide menarik dari seluruh jajaran. Ia pun ingin menyatukan pikiran para pejabat di Kemenkes agar sejalan dan cita-cita ini terwujud.

“Saya akui, kami tidak buru-buru, saya tetapkan, karena tidak begitu cara kerjanya. Saya masuk di Kemenkes ini harus kerja sama dengan jajaran Kemenkes biar jalannya ketemu. Kalau semua setuju dengan konsepnya, barulah pejabat eselon II dan III yang menjalankan programnya. Ini tugas kita untuk mengejawantahkan sampai bawah,” simpulnya. [MAN/OKE]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here