Budiarta
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Budiarta. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Sederet persoalan yang membelit Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bekasi yang dipimpin oleh Dewi Tisnawati, telah mengusik keprihatinan sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Bekasi.

Tak tanggung-tanggung, kali ini komentar pedas datang dari salah seorang yang dikabarkan memiliki hubungan sangat dekat dengan orang nomor satu di Kabupaten Bekasi.

Sebut saja Budiarta. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi ini menilai Dewi Tisnawati telah gagal memimpin Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Budiarta meminta Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin segera mengevaluasi kinerja Dewi Tisnawati dan secepatnya mencari penggantinya.

“Kami sangat sayangkan dengan adanya kejadian penahanan uang jasa konsultan. Bahkan bukan itu saja, harusnya Ibu Dewi malu dong sampai Kabupaten Bekasi mendapatkan peringkat kedua terkotor di Jawa Barat,” ujar Budiarta di Cikarang, Ahad (08/3/2015).

Menurut Budiarta, selama ini Dewi Tisnawati hanya bisa curhat sama Bupati, tapi tidak pernah bisa memecahkan segala persoalan yang cukup kompleks yang berhubungan dengan masalah yang menjadi tugasnya.

“Ibu Bupati harusnya secara tegas copot jabatan dia, karena kami nilai dari awal dia menjabat hingga sekarang nol besar kinerjanya. Bahkan semakin banyak persoalan di dinas itu,” ungkap pria berbadan tambun ini.

Dibeberkan, masalah sampah yang hingga kini tak kunjung dapat diatasi telah menjadi preseden buruk dan cemoohan masyarakat banyak. Padahal, kata Budiarta, Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi melalui Kepala Daerah yang dipimpin Neneng Hasanah Yasin bertekad keras untuk mendapatkan Adipura.

Namun, kenyataannya dinas terkait tidak bisa membantu dengan memecahkan semua persoalan terkait sampah.

Gimana kita (Pemkab Bekasi, red) mau percaya diri dan mendapatkan Adipura kalau Kepala Dinas Kebersihan sendiri tidak becus melakukan pembenahan,” ungkap pria berkacamata yang juga menjadi tim sukses pasangan Neneng-Rohim (Ne-Ro).

Selain itu, menurut Budiarta, penataan taman kota juga dinilai masih semrawut, sehingga masih banyak taman-taman kota yang kini tidak dirawat dengan baik.

Bahkan, terkesan dalam pembangunan taman kota juga tidak diiringi dengan pembenahan dan rencana kerja yang matang dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi yang asri.

“Sudahlah Bupati tinggal memilih lagi pejabat yang layak untuk posisi itu. Sehingga ke depannya program, visi dan misi Bupati dapat seiring dan sejalan dengan para Kepala SKPD yang benar-benar mampu untuk melakukan perubahan dan perbaikan demi kemajuan Kabupaten Bekasi yang dipimpin Bupati Neneng sekarang ini,” demikian Budiarta. [DIK]

 

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here