Ida Farida
Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Ida Farida. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Gedung Badan Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi,‎ kini didukung fasilitas lengkap berupa ruang teather pemutaran film yang diperuntukkan bagi pelajar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Hal itu diutarakan Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Ida Farida.

Dia mengatakan, bahwa memang ada rencana seperti itu kedepannya. Namun, karena padatnya jam bekerja membuat edukasi pemutaran film di teather yang tersedia harus dijadwalkan terlebih dahulu.

“Karena padatnya jam kerja di sini, maka pemutaran film yang menyangkut edukasi pengembangan pendidikan harus dibuat jadwal terlebih dahulu,” ujarnya saat berbincang dengan Suara Bekasi, di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2015).

Menurutnya, fasilitas teather dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 40 orang hanya boleh dibuat pemutaran film dokumenter yang berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Bekasi.

Selain itu, kata dia, pihaknya berencana untuk menampilkan film dokumenter mantan Bupati Bekasi mulai dari periode pertama hingga yang sekarang menjabat.

Lebih jauh ia membeberkan, tingginya animo anak-anak sekolah yang ingin melakukan kunjungan ke teather tersebut membuat kewalahan para petugas yang berjaga.

Padahal, katanya, adanya teather yang dimiliki Badan Arsip dan Perpustakaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi belum begitu banyak diketahui. Hanya beberapa sekolah saja yang sudah mengetahui melalui promosi yang dilakukan oleh petugas saat keliling di lapangan.

“Teather yang ada hanya punya kapasitas 40 tempat duduk. Film yang diputar adalah film edukasi tentang sejarah Bekasi maupun Bupati yang pernah menjabat. Selain dari itu, Badan Arsip dan Perpustakaan tidak akan memutar film yang sudah ‎tersedia,” ujarnya.

Masih menurutnya, pihaknya siap berkolaborasi dengan dinas lain yang menyangkut pengembangan edukasi ilmu pengetahuan, seperti Dinas Priwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) dan Dinas Pendidikan (Disdik).

“Semisal mengenai cagar budaya Kabupaten Bekasi bisa diangkat dan dibuat jadi film dokumenter yang berwawasan luas bagi pelajar di sekolah,” tukasnya.

Ida Farida menambahkan, pihaknya tidak menutup pintu bahkan selalu siap menyambut baik masukan semua pihak dalam upaya pengembangan edukasi kesiswaan, terutama ilmu pengetahuan yang ada seperti pengembangan sejarah ke-bekasian.

“Di negara maju mana pun, sekarang sekolah sudah mempunyai pendukung dalam mendorong proses belajar yang tidak hanya menggunakan buku, tetapi menggunakan digital,” tukasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here