Ahmad Kosasih
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih, terkesan cuek dan cuci tangan terhadap kelakuan anak buahnya yang bernama Azis yang sudah mencoreng lembaganya.

Azis, salah satu pegawai berstatus honorer di Kesbangpol yang sudah membuat buruk citra lembaga dan nama baik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, diduga kuat telah menyalahgunakan amanah.

Azis diduga telah menilep uang titipan untuk kepengurusan izin reklame dari salah satu manajer dealer roda dua yang berkantor di bilangan Tambun Selatan.

Saat dikonfirmasi awak media, Ahmad Kosasih seakan tidak terima dengan adanya pemberitaan yang membawa institusinya. Anehnya, Ahmad Kosasih sendiri mengakui Azis adalah anak buahnya yang berstatus honor di instansinya.

“Silakan selesaikan sendiri itu urusan pribadi si Azis dengan pihak dealernya. Kami tidak punya urusan, karena persoalan itu berada di luar konteks kedinasan,” ujar Ahmad Kosasih kepada wartawan, di Cikarang, Jumat (13/02).

Menurut Ahmad Kosasih, anak buahnya yang bernama Azis yang menjadi bahan pemberitaan di media, sudah hampir satu minggu terakhir tidak pernah masuk kerja.

Bahkan, kata dia, saat dihubungi oleh salah satu rekan kerjanya di rumahnya pun tidak pernah ada.

“Jangankan Anda, saya sendiri pun sudah beberapa hari ini tidak pernah ketemu. Bahkan sudah ada utusan dari instansi kita ke rumahnya agar segera menghadap saya, tetapi malah juga tidak datang,” jelasnya.

Sementara itu, manajer dealer roda dua, Sandy, yang mempersoalkan perkara tersebut, mengaku kecewa dengan sikap pimpinan Azis.

Sandy menuturkan, yang bersangkutan sendiri sudah tidak ada itikad baik ditambah dengan pimpinannya Ahmad Kosasih yang terkesan lepas tangan dalam persoalan tersebut.

Menurut Sandy, bagaimana pun juga harusnya sebagai pimpinan bisa memasilitasi dirinya untuk mempertemukan dengan Azis. Sehinggga ada pertanggung jawabannya, apalagi yang bersangkutan masih berstatus honorer dan masih bertugas di Badan Kesbangpol.

“Aneh, malah mau ada somasi ke saya kalau masih ada pemberitaan lagi di media yang bawa-bawa Kesbangpol, padahal jelas-jelas si Azis bekerja di situ,” ungkapnya. [DIK]

Tinggalkan Balasan