Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H Eka Supriatmaja, Bekasi, Kabupaten Bekasi, Wakil Rakyat
Redaksi suarabekasi.id saat wawancara khusus dengan Plt Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja, di bilangan Cikarang Utara. Foto: Wisnu Wiriyan/suarabekasi.id

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Utara: Masyarakat Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar) yang berpenduduk sekira tiga juta jiwa lebih patut merasa bangga.

Pasalnya, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berencana membangun tiga ikon terbesar se-Jawa Barat (Jabar) sebagai ciri khas daerah tersebut.

Ketiga ikon itu adalah Air Mancur setinggi 50 Meter, Pusat Peradaban Sejarah dan Budaya Bekasi di Gedung Juang Tambun, dan pembangunan Alun-Alun Kabupaten Bekasi.

“Insyaa Allah dalam waktu dekat Kabupaten Bekasi akan punya tiga ikon yang menjadi ciri khas. Kita akan membangun Air Mancur 50 Meter, terus kita juga akan menata Gedung Juang 45 sebagai pusat sejarah dan kebudayaan, dan yang ketiga Alun-Alun yang terintegrasi,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja saat berbincang dengan redaksi suarabekasi.id, di bilangan Cikarang Utara, kemarin.

Baca juga: Pemkab Bekasi Siap Dongkrak Potensi Obyek Wisata Desa

Eka mengatakan, keinginan untuk membangun tiga ikon tersebut lantaran Kabupaten Bekasi menurutnya belum cukup memiliki ciri khas khusus yang benar-benar melekat.

Ia juga menyinggung jika pembangunan ketiga ikon tersebut dapat terwujud, bukan tidak mungkin nantinya dapat menarik minat para pengunjung luar daerah maupun wisatawan mancanegara.

“Selain sebagai ciri khas dan mempercantik wajah Kabupaten Bekasi, bisa jadi dalam pengembangannya nanti dapat menjadi tempat alternatif wisata yang diminati para pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah,” kata Eka.

Gedung Bupati Bekasi. Ist/Suara Bekasi Online
Gedung Bupati Bekasi yang terletak di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat. Foto: Suara Bekasi Online.

Menurutnya, rencana pembangunan ketiga ikon yang akan menjadi ciri khas Kabupaten Bekasi itu diharapkan dapat terealisasi pada 2020 hingga 2021.

“Kita kepingin untuk pembangunan Air Mancur dan penataan Gedung Juang Tambun termasuk pedestriannya sudah berjalan tahun 2020. Sedangkan untuk Alun-Alun tahun 2021,” tukasnya.

Saat ini, lanjut Eka, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi sedang membuat konsep dan kajian untuk pengerjaan ketiga ikon tersebut.

Mulai dari kajian regulasi, Fisibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), perencanaan biaya, serta titik lokasi yang tepat khususnya untuk pembangunan Air Mancur dan Alun-Alun Kabupaten Bekasi.

“Untuk DED Air Mancur dan penataan Gedung Juang Tambun akan kita anggarkan pada ABT tahun ini,” katanya.

Baca juga: Tiongkok Ingin Bangun Objek Wisata Disneyland di Cikarang?

Disinggung titik lokasi yang akan digunakan untuk program Air Mancur 50 Meter, mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini mengatakan posisinya di jalur Kali Malang.

“Pastinya (untuk Air Mancur) di Kali Malang. Hanya saja persisnya sebelah mana nanti Konsultan yang akan membuat kajian. Termasuk nanti akan dilihat lahan sisi kiri kanan Kali Malang untuk pengembangan sarana lainnya, seperti untuk wisata,” Eka membeberkan.

Sedangkan untuk lokasi pembangunan Alun-Alun, kata Eka, Pemkab Bekasi tengah mencari titik lokasi yang strategis seperti berada di jalur jalan protokol.

Pasalnya, kata Eka, pembangunan Alun-Alun Kabupaten Bekasi nantinya akan terintegrasi dengan sarana pendukung lainnya seperti ada Masjid Raya, Gedung Pemuda, fasilitas olah raga, termasuk wisata religi dan wisata kuliner.

“Jadi begini Bang, ketika orang sudah masuk ke Alun-Alun Kabupaten Bekasi, di situlah dia seakan sudah merasakan dan melihat Kabupaten Bekasi dari hulu hingga hilir. Artinya, boleh disebut Alun-Alun itu sebagai miniaturnya Kabupaten Bekasi,” pungkas Eka. [KAR]

Tinggalkan Balasan