Beranda Nasional Sidang Mahkamah Partai Golkar Hanya Buang-buang Waktu

Sidang Mahkamah Partai Golkar Hanya Buang-buang Waktu

0
Yusril
Sidang Mahkamah Partai Golkar Buang-buang Waktu (Foto: Okezone)

SUARA BEKASI, Jakarta: Kuasa hukum kubu Aburizal Bakrie (Ical), Yusril Ihza Mahendra menyatakan, kalau Mahkamah Partai gagal dalam menyelesaikan sengketa dualisme di internal Partai Golkar. Adapun putusan yang dikeluarkan dianggap tidak memutuskan apa-apa dan hanya buang-buang waktu.

“Mahkamah Partai Golkar dalam amar putusannya menyatakan menerima eksepsi para termohon (Ical Cs) untuk sebagian. Kemudian, menyatakan permohonan para pemohon (Agung Laksono Cs) tidak dapat diterima. Dalam pokok perkara, mahkamah menyatakan tidak dapat mengambil keputusan karena tidak tercapai kesepakatan di antara empat hakimnya,” ujarnya Yusril melalui siaran pers, Rabu (4/3/2015).

Yusril melanjutkan, Hakim Andi Mattalatta dan Djasri Marin menyatakan Munas Ancol yang sah tapi harus mengakomodir tokoh-tokoh dari Munas Bali. Sementara Hakim Muladi dan Natabaya punya pendapat yang berbeda dengan Andi dan Djasri, yakni karena termohon Ical Cs kasasi atas putusan sela PN Jakarta Barat, maka pihak ini menghendaki penyelesaian masalah melalui pengadilan, dan sesuai dengan rekomendasi Mahkamah Partai pada 23 Desember 2014.

Muladi dan Natabaya tidak mengemukakan pendapat Munas mana yang sah. Karena hakimnya ada empat dan ada dua pendapat berbeda yang masing-masing didukung dua hakim, maka sidang tidak bisa ambil keputusan alias deadlock dalam menyelesaikan perselisihan internal Partai Golkar,” tuturnya.

Yusril meluruskan pemberitaan media yang salah paham atas putusan tersebut dengan mengira kalau yang memenangkan sidang Mahkamah Partai adalah kubu Agung. Padahal, itu hanya pendapat Hakim Andi Mattalatta dan Djasri marin, bukan pendapat semua hakim. Jadi itu bukan putusan Mahkamah Partai.

“Dengan putusan Mahkamah Partai yang tidak memutuskan apa-apa itu, Aburizal Cs tetap akan meneruskan perkara di pengadilan. Pernyataan kasasi sudah dilakukan di PN Jakbar dan memori kasasi dalam minggu ini juga akan diserahkan. Sidang Mahkamah Partai hanya buang-buang waktu saja,” terangnya.

Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) ini menambahkan, Pengadilan Negeri Jakarta Barat dalam putusan selanya menyatakan gugatan kubu Ical prematur karena Mahkamah Partai sedang bersidang untuk menyelesaikan perselisihan Partai Golkar secara internal.

“PN Jakarta Barat bersikap begitu dengan mengutip surat Mahkamah Partai yang dikirim Muladi ke PN Jakbar. Kini Mahkamah Partai malah tidak bisa mengambil putusan apa-apa setelah bersidang.

Penyelesaian perselisihan internal PG (Partai Golkar) akhirnya dilempar lagi oleh Mahkamah Partai ke pengadilan. Benar-benar hanya buang waktu dan tidak ada gunanya,” pungkasnya. [MAN/OKE]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini