Gorengan, Obesitas
Sering makan gorengan risiko obesitas (Foto: Fiveeurofood)

SUARA BEKASI. Ngemil gorengan tak pernah lepas dari kebiasaan orang Indonesia. Namun, jika tak membatasi, bisa-bisa terkena risiko genetik terkait obesitas. Kok bisa?

Studi menunjukkan seseorang yang suka makan gorengan lebih dari empat kali seminggu, akan mengembangkan obesitas dalam jangka panjang. Dengan kata lain, genetik dapat mengembangkan efek dari diet yang buruk.

Dalam studi pertama, tim peneliti Amerikan Serikat menganalisa interaksi antara konsumsi gorengan dan risiko genetik yang terkait dengan obesitas pada 37.000 pria dan wanita yang menjadi responden.

“Temuan kami menekankan pentingnya mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dalam pencegahan obesitas, terutama pada individu genetik cenderung untuk adipositas (kegemukan),” kata Asisten Profesor Lu Qi di Harvard School of Public Health, dikutip Timesofindia, Senin (2/2/2015).

Para peneliti menemukan interaksi yang konsisten antara konsumsi gorengan dan skor risiko genetik pada body mass index (BMI).

Tiga kategori konsumsi gorengan diidentifikasi kurang dari sekali seminggu, satu sampai tiga kali seminggu, dan empat kali atau lebih dalam seminggu. Hasilnya, skor risiko genetik berkisar 0-64 dan mereka dengan skor yang lebih tinggi memiliki BMI yang lebih tinggi. [ADE/OKE]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here