Sebastian
Kisah buruh Sebastian nekad bakar diri di GBK saat peringati May Day, Jumat (1/5/2015). (Foto: Tribun)

SUARA BEKASI, Kota Bekasi: Tewasnya Sebastian Manuputty (28), meninggalkan luka dalam bagi pihak keluarga, terutama istrinya, Samah (26).

Samah mengaku bingung dan tak tahu menahu, kenapa suami yang dinikahinya pada 25 Mei 2014 lalu, bisa tewas terbakar saat perayaan hari Buruh Internasional (May Day) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (1/5/2015).

Samah bercerita, sebelum suaminya tewas, dia dan Sebastian beserta rombongan buruh bertolak dari tempat kerjanya, PT. Tirta Alam Segar, Kawasan MM2100, Cikarang Barat pukul 07.00 WIB di perusahaan yang sama, namun beda divisi.

Saat menuju Stadion GBK, Samah tidak satu mobil dengan suaminya, sehingga ia tidak mengetahui Sebastian berangkat dengan membawa bensin yang disimpannya di sebuah botol air mineral.

Akan tetapi, Samah sempat berbincang dengan Sebastian untuk terakhir kali, saat mobil yang ditumpangi hendak masuk ke tol Jakarta-Cikampek.

“Terakhir, ketemu pas mau masuk tol, saya minta uang Rp 50 ribu ke Sebastian untuk uang saku saat di Stadion GBK nanti,” ujar Samah kepada Suara Bekasi, di rumahnya, di bilangan Pekayon, Kota Bekasi, Sabtu (2/5/2015).

Lanjut Samah, setelah pertemuan itu, ia tidak pernah berjumpa lagi dengan Sebastian. Setibanya di Stadion, keduanya duduk di tribun terpisah. Di sana Samah sempat mencari keberadaan Sebastian, namun karena banyak massa yang berkerumun di stadion itu membuat Samah gagal mencarinya.

Ia juga sempat menghubungi ponsel Sebastian, namun usahanya kembali gagal karena telponnya mati. Usai mengikuti rangkaian acara di sana, Samah bersama rombongan kembali ke Bekasi pada pukul 20.00 WIB.

Tepat pukul 23.00, Samah bingung Sebastian tak kunjung pulang ke rumah. Ia lalu berupaya mencari keberadaannya dengan menanyakan rekan-rekannya. Namun, mereka tidak mengetahuinya.

Dia pun kembali menghubungi ponsel Sebastian, tapi tetap tidak aktif. Tak disangka, ponsel Samah malah menerima pesan singkat dari suaminya.

Dari pesan singkat itu, Sebastian menanyakan keberadaan istrinya. “Ayank di mana? Aku selalu cinta kamu istriku. I always love u chayank. Muachhhhhh,” kata Samah menirukan pesan singkatnya.

Saat hendak membalas pesan singkat itu, mendadak Samah mendapat sambungan telepon dari rekannya yang masih di Stadion GBK.

Melalui sambungan telepon itu, rekannya meminta Samah mengunjungi Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengetahui keberadaan suaminya.

Di dampingi keluarganya, Samah langsung mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat. Di sana, penyidik memberitahu ciri-ciri pria yang tewas terbakar diduga bernama Sebastian.

Polisi juga menunjukkan dompet yang berisi identitas Sebastian. Setelah yakin bahwa itu Sebastian, Samah langsung menangis histeris. Perempuan bertubuh gemuk itu hampir pingsan. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here