Ketua BNK Kabupaten Bekasi, Rohim Mintareja
Ketua BNK Kabupaten Bekasi, Rohim Mintareja

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Banyaknya modus baru dalam penyelundupan narkotika belakangan ini makin menandakan bahwa Indonesia masih menjadi daerah yang subur untuk peredaran narkotika dari luar negeri.

Menyikapi hal itu, Ketua Badan Narkotika Kabupaten Bekasi, Rohim Mintareja, mengatakan saat ini kasus narkotika di tanah air masih cukup tinggi, namun untuk di Kabupaten Bekasi sendiri sebelumnya tidak terlalu. Kini dua bulan belakangan kasus narkotika meningkat.

“Memang peredaran narkotika di tanah air belakangan masih tinggi, namun untuk Kabupaten Bekasi sendiri yang sebelumnya tidak terlalu signifikan, kini dalam waktu dua bulan ada peningkatan,” ujar Rohim kepada Suara Bekasi saat ditemui di Aula Wibawa Mukti, ?Kamis (27/11).

Dikatakan Rohim, Badan Narkotika Kabupaten Bekasi dalam hal penanggulangan peredaran narkotika belakangan ini fokus dalam hal penyuluhan dan pencegahan melalui sosialisasi kepada pelajar maupun masyarakat.

Sedangkan penangkapan ranahnya ada di pihak kepolisian. Selama ini, kata dia, BNK dan Polrest?a Kabupaten Bekasi selalu berkoordinasi baik dalam hal sosialisasi maupun kegiatan razia narkotika.

Koordinasi yang dilakukan BNK dan Kepolisian masih terus berlanjut, bahkan saling memberitahukan informasi yang berkembang. Sehingga peredaran narkotika di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat ditekan angkanya sekecil mungkin. Salah satunya melalui sosialisasi kepada para pelajar yang merupakan generasi muda yang sekarang banyak menjadi korban dari narkotika.

“Sampai saat ini BNK masih menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian dalam pencegahan maupun penyuluhan, dan kalau bicara penangkapan BNK tidak punya kewenangan,” tutur pria yang juga menjabat Wakil Bupati Bekasi itu.

Disinggung perlu atau tidak dilakukan test urine di kalangan pelajar maupun mahasiswa di Kabupaten Bekasi sebagaimana instruksi BNN Pusat, menurut Rohim, sebenarnya ide tersebut sangat bagus tetapi di Kabupaten Bekasi harus disesuaikan dengan anggaran juga. Kalau sekarang anggarannya tidak mencukupi untuk melakukan test yang diinstruksikan oleh kepala BNN Pusat.

“Namun, langkah itu tetap saya apresiasi untuk test urine yang digalakkan BNN Pusat. Kemungkinan ada rencana juga, tetapi saat ini akan dilakukan kepada para PNS Kabupaten Bekasi dahulu sembari melihat anggaran yang dialokasikan di tahun 2015 mendatang,” pungkasnya. [DED]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here