Beranda Berita Utama PT MTA Langgar Kesepakatan, KNPI Ancam Blokir Jalan Kembali

PT MTA Langgar Kesepakatan, KNPI Ancam Blokir Jalan Kembali

0
PT MTA
DUMP TRUCK: Kendaraan dump truck milik PT MTA yang sedang beroperasi pada proyek Pengurukan Perumahan Segara City, yang berada di Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar). Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online

 

SUARA BEKASI, Tarumajaya: Proyek Pengurukan Perumahan Segara City yang berada di Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi yang sudah berjalan satu tahun lebih disinyalir belum kantongi izin lintas, sehingga mendapat kecaman keras dari masyarakat dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tarumajaya.

Ketua KNPI Tarumajaya, Aldo Febrian, mengatakan bahwa perjanjian yang dilakukan pada (25/6/2015) lalu, yang telah disepakati oleh unsur Muspika Kecamatan Tarumajaya, PT, PGN, PT MTA, Dinas Bina Marga dan KNPI Tarumajaya, serta perwakilan tiga di Desa Tarumajaya, dinilai telah melanggar butir-butir kesepakatan yang ada.

Ia membeberkan, poin 4 dalam butir tersebut berisi bahwa PT MTA dalam pelaksanaan proyek pengurukan akan menempuh perizinan terlebih dahulu sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta pelaksanaan pengurukan menggunakan kendaraan truk kecil. Namun, jika PT MTA melakukan sosialisasi, maka kami akan berikan toleransi.

“Kami masyarakat dan KNPI Tarumajaya, kita akan melakukan sebuah aksi lagi, karena pihak PT MTA sudah melakukan pelanggaran, dan kita masih bertoleransi jika PT MTA mengadakan sosialisasi kepada masyarakat,” tegas Aldo Febrian saat berbincang dengan Suara Bekasi Online, di Tarumajaya, Jumat (21/8/2015).

Menurutnya, seharusnya PT MTA mengikuti peraturan yang telah disepakati, dan memproses perizinan hingga selesai sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau sedang diproses izinnya, kok sekarang masih pada lewat dengan menggunakan armada dum truck, hingga meresahkan pengendara dan masyarakat,” tukasnya.

Sejauh ini, sambung Aldo, pihak Muspika Kecamatan Tarumajaya dinilai cuek terhadap lingkungan sekitar. Hal itu terbukti dengan PT MTA masih beroperasi menggunakan dump truck dan tidak mengikuti kesepatan bersama.

“Bila sampai Senin sore pekan depan pihak Muspika dan PT MTA tidak merespon, maka  masyarakat dan KNPI Tarumajaya beserta ormas lainnya akan melakukan aksi pemblokiran jalan kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kententraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Tarumajaya, Rohadi, mengaku sejauh ini PT MTA sudah memenuhi sebuah perizinan dan rekomendasi dari Kepala Desa.

“PT MTA sudah melaksanakan semua perizinannya kok. Mereka sudah mengantongi rekom dari tiga Kepala Desa (Kades) terkait lintasan armada dump truck,” katanya.

Terpisah, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Tarumajaya, Ricky Subakti, mengatakan bahwa pengurukan Perumahan Segara City seluas 125 hektar.

“Baru 40 persen pengerjaan pengurukan Perumahan Segara City, pengurukan itu setara dengan badan jalan yang ada,” bebernya.

Kendati demikian, menurutnya, terkait adanya rekomendasi Kepala Desa yang diberikan ke PT MTA, Ricky menilai belum memenuhi lantaran masyarakat dan RT/RW setempat belum merasa memberikan izin tersebut.

“Pemerintah memberikan izin, tapi mereka mengesampingkan kepentingan masyarakat. Memang mereka mengantongi izin rekom dari Kepala Desa, tapi kalau sesuai peraturan yang berlaku, izin terkuat itu dari masyarakat dan RT/RW setempat,” pungkasnya. [GUN]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini