Geruduk PT. CL
GERUDUK PT. CL: Puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Babelan geruduk PT. Cikarang Listrindo (PT. CL) yang terletak di Desa Muara Bakti, Senin (16/02/2015). Mereka menuntut PT. CL segera perbaiki infrastruktur di lingkungan perusahaan tersebut, termasuk rekrutmen tenaga kerja mengutamakan warga pribumi. FOTO: HERRY ZAINUL KHUSNI/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Babelan: Puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Babelan yakni Desa Muara Bakti, Desa Buni Bakti dan Desa Kedung Pengawas geruduk PT. Cikarang Listrindo (PT. CL) yang terletak di Desa Muara Bakti, Senin, 16 Februari 2015.

Warga menuntut perusahaan pembangkit listrik tenaga batu bara itu segera menormalisasi Kali Desa Buni Bakti, memperbaiki jalan yang rusak akibat armada truk, serta meminta perekrutan tenaga kerja jangan dari luar wilayah Babelan.

Kepala Desa Buni Bakti, Hidayatulloh, mengungkapkan, masyarakat Babelan seolah dijajah oleh PT. Cikarang Listrindo (CL), khususnya warga Desa Kedung Pengawas, Desa Kedung Jaya, Desa Muara Bakti serta Desa Buni Bakti.

“Saya selaku Kades Buni Bakti mengimbau kepada pihak CL jangan budeg, jangan buta terhadap masyarakat saya. Tolong diperhatikan lingkungan wilayah saya terkait penormalisasian kali yang dangkal yang diakibatkan oleh bangunan PT. CL,” ujar Hidayatulloh kepada sejumlah awak media, di sela-sela aksi, Senin (16/02/2015).

Menurutnya, banyak jalan yang rusak di wilayah Babelan yang diakibatkan oleh armada PT. CL agar segera diperbaiki. Selain itu, kata dia, PT. CL diminta dapat merekrut tenaga kerja dari warga di empat wilayah desa itu.

“Sangat terlihat sekali pihak CL ini hanya takut sama preman, karena yang diterima kerja di sini tanpa rekomendasi dan kebanyakan dari mandor,” ujarnya.

Dikatakan, selaku Kepala Desa Buni Bakti dirinya merasa tidak dianggap oleh pihak PT. CL. Menurutnya, PT. CL sebagai penjajah masyarakat Babelan yang memiliki antek-anteknya seperti mandor yang selalu melindunginya.

“PT. CL ini ibarat kompeni zaman moderen. Kita sebagai warga Babelan harus bisa membantu kesulitan saudara-saudara kita yang sudah dijajah dan dibodoh-bodohi oleh mereka,” ungkapnya.

Lebih jauh Hidayatulloh membeberkan, bahwa perizinan PT. CL diduga telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi Tahun 2011-2031.

Dalam Perda tersebut, kata dia, sudah jelas tertulis dalam pasal 14 ayat (3) butir d.5, bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB) di Desa Hurip Jaya Kecamatan Babelan. Namun dalam kenyataannya, kata dia, malah dibangun di Desa Muara Bakti.

Begitu juga dengan ganti rugi lahan (ruislag) yang hingga kini diduga masih menjadi misteri. Hal itu, katanya, lantaran keserakahan para pejabat Pemda Kabupaten Bekasi, sehingga masyarakat Babelan yang terkena dampaknya.

Selaku Kepala Desa Buni Bakti, Hidayatulloh sudah siap dengan segala resiko yang akan terjadi. Baginya, memperjuangkan hak-hak masyarakat Babelan adalah di atas segala-galanya.

“Saya siap dengan konsekwensinya meski harus berhenti jadi Kepala Desa. Saya lebih bangga dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat Babelan jangan sampai dirugikan oleh kompeni-kompeni moderen seperti CL,” beber Hidayatulloh berapi-api.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Babelan, khususnya warga empat desa untuk duduk bersama dan berembug menuntut hak-hak warga, jangan sampai di kemudian hari dampaknya akan semakin parah.

“PT. CL ini licik selalu membodoh-bodohi kita dan tukang bohong, bisanya hanya janji-janji saja,” kesalnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kapolsek Babelan Kompol Ardi Rahananto, meminta dalam aksi tersebut tidak ada yang membawa senjata tajam.

“Kalau ada yang bawa senjatan tajam (sajam) silakan disimpan di rumah dulu, kita tidak mau ada yang terluka,” terangnya.

Pihaknya, kata dia, tidak segan-segan akan mengamankan para provokator yang dianggap dapat memperkeruh suasana di lapangan.

Mapolsek Babelan, lanjutnya, siap bersama-sama membantu memperjuangkan aspirasi warga Babelan namun harus tetap sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada.

“Untuk ketiga Kades yang hadir dan rela berpanas-panasan, kami dukung mereka agar yang menjadi tuntutan masyarakat dapat segera terealisasi,” imbuhnya. [HER]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here