Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok, di Desa Sumbersari Kecamatan Pebayuran, Rabu (30/10/2019). Foto: Rian/suarabekasi.id.

SUARA BEKASI ONLINE, Pebayuran: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin, menegaskan pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok hanya untuk mengetahui sejauh mana progresnya.

“Untuk saat ini (progresnya) baru 35 persen. Saya berharap pengerjaannya tidak ada halangan dan bisa selesai tepat waktu,” kata Husni kepada wartawan usai sidak, Rabu (30/10/2019).

Ia menjelaskan, Komisi III mendorong agar pembangunan jembatan yang menyedot anggaran sebesar Rp 24 miliar lebih itu harus tetap memperhatikan kualitas konstruksi.

Pasalnya, kata dia, kebutuhan infrastruktur tersebut digunakan untuk jangka panjang, dan juga sebagai jalan alternatif yang menghubungkan dua wilayah Kabupaten Bekasi dan Karawang menjadi terintegrasi.

“Kalo yang dibangun Pemkab Karawang udah rapi, tinggal kita belum. Makanya kita minta pembangunannya agar tepat waktu dengan tetap memperhatikan standar pekerjaan,” kata Husni.

Dilihat dari laman LPSE Kabupaten Bekasi, pembangunan Jembatan Pebayuran-Rengasdengklok yang berlokasi di Desa Sumbersari itu kali pertama dibangun pada Tahun Anggaran (TA) 2017 sebesar Rp 19 Miliar lebih yang dikerjakan oleh PT. Bona Jati Mutiara (BJM).

Sempat mangkrak pada 2018 lantaran diduga gagal lelang. Namun, dilanjutkan kembali pada Tahun Anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 24 Miliar lebih dan dikerjakan oleh perusahaan yang sama PT. Bona Jati Mutiara (BJM) yang berkantor di Jl. Setapak 10 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. [RYN]

Tinggalkan Balasan