Kapolsek Tambun, AKP Gana Yudha Pratama. Foto: Istimewa.

SUARABEKASI.ID, Tambun Selatan: Lagi, Polsek Tambun membuka pelayanan untuk umum setelah sebelumnya sempat dialihkan ke Mapolres Metro Bekasi selama 10 hari lantaran pandemi.

Meski demikian, pada tahapan baru ini pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) masih dibatasi.

“Pelayanan SKCK kita batasi 200 per hari. Jadi gelombang pertama jam 9 sampai jam 10, gelombang kedua jam 10-11,” kata Kapolsek Tambun, AKP Gana Yudha Pratama kepada wartawan, di kantornya, Senin (27/7/2020).

Gana mengatakan, setiap gelombang maksimal 100 pemohon SKCK. Pada pukul 09.00 sampai 10.00 dibatasi 100 orang pemohon. Apabila sudah penuh, pemohon lain diminta menunggu gelombang kedua.

“Sehabis registrasi mereka keluar dulu, datang lagi jam 2 untuk ambil hasil,” katanya.

Sementara untuk pembuat Laporan Kepolisian (LP) di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tidak dibatasi.

Hanya saja, kata dia, maksimal empat orang di dalam ruangan itu.

“LP satu hari bisa sampai delapan. Kebanyakan laporan kehilangan, aduan, dan sebagainya. Kita batasi yang boleh masuk ke dalam hanya empat orang. Sisanya menunggu di luar,” kata dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, jika prosedur masuk pengunjung pun akan diperketat, karena pihaknya tidak ingin kecolongan seperti kemarin lagi.

“Begitu masuk, mereka berhenti di depan, cuci tangan. Mereka kemudian parkir dan sebelum masuk ruang pelayanan, SKCK atau SPKT, apakah sudah memenuhi syarat untuk bisa dilayani atau tidak. Kita cek suhu dengan termogun,” kata dia.

Dia berharap kejadian seperti kemarin tidak terulang. Karena, setelah Lebaran, pemohon SKCK membludak. Dalam sehari, menurut catatan Polsek, petugas dapat melayani hingga 500 pemohon SKCK.

“Kemudian berdampak terhadap kesehatan anggota. Saat itu masih metode normal. Akhirnya ada beberapa anggota yang positif, termasuk saya,” pungkas Gana. [SAM]

Tinggalkan Balasan