Pelaku Pembuang Bayi
PEMBUANG BAYI: Pelaku lhwanudin (22) dan Ayu Ani Sanjaya (16) dalam kasus penemuan dan menelantarakan bayi perempuan di kontrakan di Kampung Telajung RT. 02/09 Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Barat: Polsek Cikarang Barat telah berhasil menangkap kedua tersangka, yaitu lhwanudin (22) dan Ayu Ani Sanjaya (16) dalam kasus penemuan dan menelantarakan bayi perempuan di kontrakan di Kampung Telajung RT. 02/09 Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat, yang terjadi pada Senin (2/2) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Iptu Dwi Yanwar, menjelaskan kedua pelaku yang telah melakukan tindakan menelantarkan bayi di kontrakan, sebelumnya mendapatkan laporan dari pemilik kontrakan, Fuji.

“Sebelumnya kami mendapatkan laporan dari pemilik kontrakan yang mana di kontrakannya ditemukan bayi perempuan lengkap sama ari-arinya, tanpa ada satu pun penghuni kontrakan yang ada di lokasi penemuan bayi tersebut,” ujarnya kepada wartawan, di kantornya, Kamis (12/2).

Dikatakan, selama 24 jam pencarian yang dilakukan pihak kepolisian setelah laporan tersebut, langsung mendapatkan pelaku Ihwanudin di Desa Telaga Danau, Kecamatan Cikarang Barat.

Selanjutnya, dari informasi pelaku didapatkan kembali pelaku yang melahirkan atau ibu kandung bayi tersebut yaitu Ayu, warga Desa Telanjung Cikarang Barat.

“Selama 24 Jam kami berhasil mengamankan kedua pelaku ayah dan ibu kandung bayi yang mana telah menelantarkan bayi karena malu atas kehamilannya sudah 7 bulan, dan sengaja menghuni kontrakan untuk membuang bayinya setelah melahirkan,” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, kata Iptu Dwi Yanwar, atas hasil perundingan pihak keluarga kedua tersangka dinikahkan dengan status tahanan. Akan tetapi, kata dia, untuk sang ibu karena masih di bawah umur pihak kepolisan pun membebaskan degan bersyarat dan wajib merawat anaknya yang sudah ditelantarkan.

“Kami sudah nikahkan kedua pelaku dan untuk ibu bayi kami bebaskan karena masih di bawah umur dan harus merawat bayinya,” bebernya.

Ditambahkannya, pasal yang dikenakan yaitu pasal 77 (b) dan pasal 80 (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 dan pasal 278 KHUP atau pasal 305 KHUP tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka atau bapak dari anak untuk penahanannya kami akan tangguhkan dengan pasal yang berlaku, kami belum bisa memberikan berapa hukuman yang wajib diterima pelaku tersebut,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here