Polresta Bekasi, Kabupaten Bekasi, Pencurian, Hukum, Suara Bekasi
AMANKAN: Jajaran Polresta Bekasi Kabupaten saat menggelandang tujuh kawanan pencuri lintas provinsi yang sudah berhasil dilumpuhkan. Para tersangka tersebut diamankan pihak Mapolresta dan dijerat Pasal 365 Ayat 2 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara. FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Utara: Polresta Bekasi Kabupaten berhasil mengungkap dan mengamankan tujuh tersangka pelaku pencurian lintas provinsi yang dilakukan dengan kekerasan. Modus kelompok tersebut membajak truk bermuatan seperti kontainer, tronton, wing box dan berbagai jenis muatan di sejumlah area jalur tol Jakarta-Cikampek dan Surabaya-Gresik.

Demikian dikatakan Kapolresta Bekasi Kabupaten, Kombes Pol. Isnaeni Ujiarto. Dia menjelaskan, aksi para tersangka dilakukan dengan menggunakan satu buah truk fuso dan satu kendaraan minibus yang menelusuri sepanjang jalan tol.

Untuk mencari korbannya, kata Isnaeni, biasanya target tersangka mengincar kendaraan bermuatan yang sedang berhenti di tempat peristirahatan (rest area), dengan modus memarkirkan kendaraannya di dekat kendaraan targetnya, agar bisa melihat barang muatannya dan mengetahui berharga atau tidak.

“Setelah menemukan targetnya, para tersangka memarkir truk di tempat sopir dan keneknya yang sedang beristirahat dan langsung menodongkan pistol (air soft gun) serta senjata tajam (sajam), setelah mengetahui barang muatannya berharga,” kata Isnaeni kepada awak media, di Cikarang, Selasa (23/12).

Lebih jauh pihaknya menjelaskan, setelah korban sudah tidak berdaya lalu korban ditutup mata dan mulutnya dengan menggunakan lakban serta memborgol tangan korban.

Setelah itu, truk korban dibawa para pelaku dan mengoperasikan signal atau jammer GPS yang berada di kendaraan korban, agar tidak terlacak saat perjalanan. Setalah keluar tol, kata dia, isi dari muatan kendaraan dari tagetnya dipindahkan ke kendaraan pelaku yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah itu membuang korban dan meninggalakn kendaraan korban yang sudah habis dipindahkan ke kendaraan tersangka.

“Pelaku sudah memahami sebelumnya dan sudah mengetahui lokasi yang aman untuk memindahkan barang muatannya,” ungkapnya.

Dibeberkan Isnaeni, kelompok ini beraksi dari tahun 2007 dan sudah melakukan pembajakan terhadap puluhan truk yang bermuatan gula rafinasi, minyak goreng bimoli, sarden, aqua dan masih banyak yang lainnya.

Pada Desember 2014 ini, kata dia, petugas Kepolisian berhasil mengidentifikasi dan menangkap para tersangka dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Bekasi dan Jakarta.

Berawal dari tersangka BD (50),  di daerah Lamongan, selanjutnya AD (53), di daerah Bekasi Utara serta MA (43) di Jakarta Timur. Berdasarkan hasil dari MA, akhirnya kita berhasil menangkap ke empat pelaku lainya, yaitu AG (42), IS (46), HR(44), SR (47).

“Dari keempat pelaku yang didapatkan, tiga pelaku tersebut diberikan hadiah timah panas kerena sempat melawan pihak kepolisian,” bebernya.

Ditambahkan Isnaeni, barang bukti yang berhasil diamankan pihak Kepolisian yakni, 3 buah pistol air soft gun, 2 sajam, 5 buah borgol, 8 rol lakban, 3 kunci roda dan obeng, 1 unit truk fuso, Nopol B 9270 TO.

Sedangkan kendaraan operasional yang diamankan yakni, 3 unit kendaraan roda empat, dan empat buah kendaraan roda dua, 1 kalung emas, uang tunai Rp. 2.250.000, 2 buku tabungan, 19 unit HP dan STNK serta Buku Kir.

“Pelaku yang berhasil kami tangkap dengan beberapa barang bukti yang sudah didapatkan, hukumannya sesuai dengan Pasal 365 Ayat 2 KHUP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. [MAN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here