Pelaku penyerangan Ustadz yang berhasil diamankan polisi. Ist/Suara Bekasi Online
Pelaku penyerangan Ustadz yang berhasil diamankan polisi. Ist/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Utara: Jajaran Polrestro Bekasi berhasil menangkap Fajar Wibowo alias Imanuel (36), pelaku penipuan yang menyasar para ustadz di sejumlah masjid. Aksi Imanuel sempat mengkhawatirkan warga setelah diduga sebagai orang gila yang menyerang ulama.

“Awalnya kan saya memang kurang sehat, saya sakit kemudian mandi terus berjemur untuk angetin badan, setelah itu saya masuk solat dhuha. Enggak lama, baru takbir, ada yang buka pintu dengan keras, kalau bahasa orang Bekasi digedor lah. Saya kaget,” kata Ridwan Syakir, salah seorang warga yang menjadi korban penipuan.

Ridwan mengaku sempat menanyakan kepentingan pelaku menemuinya, namun tidak ditanggapi. “Pas ketiga kali ditanya baru jawab, ‘saya mencari Ustadz Ridwan Syakir’ kata orang itu. Saya jawab, ‘Mas ga salah, saya orangnya’,” kata Ridwan.

Mendengar pengakuan Ridwan, pelaku emosi sambil mengucapkan kata-kata kasar. Ridwan sendiri kaget dengan reaksi pelaku. Terlebih, pelaku mengepal tangan dan kakinya gemetar. “Kata dia ‘Oh ini yang namanya Ridwan Syakir’sambil bicara-bicara kasar. Saya kan kaget ‘Oh kalau gitu mah mas salah, bukan Ridwan saya yang dicari’. Dia tetap keukeuh katanya ‘enggak lu yang gua cari, berdiri!’. Saya kan lagi sakit engga bisa berdiri,” kata dia.

“Saya bilang ‘ada apa, salah saya apa, perlunya apa. Saya lihat tangan dia sudah dikepal, kakinya juga sudah gemetar. Prediksi saya dia mau nonjok kalau enggak nendang. Makanya saya langsung lari, ngerondang, ke pintu belakang. Orang itu tidak ngejar tapi ternyata sudah nunggu di depan pintu belakang,” ujar Ridwan, melanjutkan.

Di pintu belakang, pelaku bertemu dengan istri Ridwan. Sempat terjadi percekcokan hingga mengundang reaksi warga sekitar. Sempat emosi, warga akhirnya menanyakan maksud kedatangan kedua orang tersebut.

“Saya bilang ‘sudah gini, mas maunya apa, baik-baik’. Dia emosi lagi, bilangnya katanya ‘gua tadi dibilang mualaf brengsek, mualaf kurang ajar’. Saya tanya siapa bilang, kata dia jamaah saya. Saya tanya lagi dia memang salat di mana, katanya di masjid dekat sini. Kata dia imamnya saya,” kata Ridwan.

Ditanya lebih lanjut, pelaku tidak bisa menjelaskan ucapannya, termasuk siapa identitas orang yang menghasut dia. “Kata saya ‘yang bilang begitu siapa namanya’, kata dia ‘enggak tahu siapa namanya. orangnya janggutan pakai celana putih, ngatung’,” kata Ridwan.

Dikatakan dia, pelaku terkesan mengalami gangguan kejiwaan. Pasalnya, saat ditanya, jawaban orang tersebut tidak jelas. “Kesannya begitu, karena apa yang saya bilang, pembicaraannya selalu enggak nyambung,” kata Ridwan. Pelaku sendiri akhirnya diamankan Polsek Tambun.

Kapolrestro Bekasi, Candra Sukma Kumara menegaskan pelaku, Imanuel, bukan orang gila yang menyerang ustaz seperti yang tengah ramai terjadi. Candra menyatakan, modus yang dilakukan pelaku murni penipuan.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku telah melakukan aksi tersebut berulang kali di berbagai daerah, mulai dari Medan, Padang, Jambi, Cilegon, Jakarta, hingga Bekasi. Dengan membawa surat pindah agama, pelaku mendatangi tiap-tiap masjid untuk meminta sumbangan. Pelaku mengaku sebagai mualaf yang kehabisan uang saat dalam perjalanan.

“Jadi pelaku ini ke wilayah Tambun, saat mencoba minta sumbangan, hendak menipu, tidak dikasih. Sempat marah-marah lah. Tapi tidak ada penyerangan ke ustadz, saya pastikan juga dia bukan orang gila yang ramai dibicarakan. Karena pelaku sendiri kerap melakukan itu, penipuan di berbagai tempat. Sasarannnya ke masjid-masjid,” kata dia.

Tidak hanya menipu, anak yang dibawanya kemana-mana untuk menipu, WN (15), ternyata korban penyulikan. Pelaku Imanuel ternyata telah menyulik WN dari Tangerang sejak Desember 2016. Lebih dari itu, kata Candra, pelaku pun sempat menyabuli WN.

“Pelaku ini kemana-mana membawa WN dan ternyata korban penyulikan. WN sendiri karena takut, dia akhirnya mau saja ikut pelaku. Maka dari itu, pelaku ini kami dapati melakukan sejumlah kejahatan, selain menipu juga melakukan penculikan serta tindak cabul,” kata dia.

Aksi penipuan oleh pelaku Imanuel ini sempat menjadi viral setelah salah satu akun facebook mengunggah kronologis kedatangan kedua pelaku. Terlebih, pemilik akun menuliskan tentang bahaya Partai Komunis Indonesia, serta menyebut bahwa kedua pelaku tersebut membawa sejumlah senjata tajam.

Pemilik akun pun menyebutkan bahwa saat kedua pelaku ditangkap, ditemukan daftar nama-nama ustadz yang menjadi sasaran. Informasi tersebut diunggah pemilik akun pada Rabu (21/2/2018) sekitar pukul 12 siang. Unggahan tersebut kemudian menyebar pada malam harinya.

Sementara itu, Candra kembali menegaskan, unggahan tersebut tidak benar. Bahkan seorang pelaku penyebar info tersebut pun telah ditangkap. “Jadi selain pelaku IM ini yang ditangkap atas kasus penipuan, penculikan serta pencabulan, kami juga amankan S pelaku penyebar info bohong tersebut,” kata dia.

Atas kasus tersebut, pelaku Imanuel dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan serta pasal 82 dan 83 Undang-undang 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya 15 tahun penjara. Sedangkan pelaku S yang menyebar info masih kami dalami,” ucap dia. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here