Polrestro Bekasi
Polrestro Bekasi berhasil menangkap pelaku pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Muhammad Aldi Rifansyah (18) yang merupakan pelajar SMK BKM. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Tambun Selatan: Jajaran Polsek Tambun berhasil menangkap pelaku pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Muhammad Aldi Rifansyah (18) yang merupakan pelajar SMK BKM, Tambun Selatan saat terlibat tawuran dengan SMK YAPIN di Jalan Raya Dipenogoro, Kampung Kedung Gede RT. 01/05, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan pada Rabu (26/10/2016) lalu.

Kapolrestro Bekasi, Kombespol M. Awal Chairuddin, mengungkapkan peristiwa tawuran antara pelajar SMK YAPIN yang berjumlah sekira 30 orang dengan pelajar SMK YAPIN yang berjumlah 10 orang, sebelumnya sudah saling berkabar untuk bertemu di lokasi kejadian.

“Jadi antar kedua kelompok ini, sebelumnya sudah janjian lewat SMS untuk tawuran di lokasi, saat itu pelajar dari kelompok SMK BKM sudah tiba lebih dulu di lokasi yang dijanjikan,” ungkap Kapolres saat merilis pengungkapan di Polsek Tambun, Jumat (28/10/2016).

Kemudian, lanjut Kapolres, pelajar dari SMK YAPIN yang tiba di lokasi dengan membawa senjata tajam langsung menyerang kelompok SMK BKM.

“Baku tawuran pun tidak dapat terhindarkan, saat itu korban yang terlibat dalam tawuran berdiri paling depan dari kelompoknya bertarung dengan salah seorang pelaku dan sama-sama menggunakan senjata tajam jenis clurit. Korban terjatuh terkena sabetan senjata tajam. Saat korban terjatuh para pelaku lainnya dari SMK YAPIN langsung melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam terhadap korban hingga korban tewas di tempat kejadian perkara,” bebernya.

Kapolres menambahkan, korban yang tewas terkena luka sabetan senjata tajam luka robek di bagian pinggang belakang, luka robek di bagian dada depan sebelah kiri, luka robek bagian perut sebelah kanan dan kiri, luka robek di bagian pantat belakang dan luka robek di bagian jari.

“Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk dilakukan otopsi dan Polisi langsung mengejar pelaku pembacokan terhadap korban,” pungkasnya.

Hasil pengejaran Polisi, diketahui pelaku pembacokan berjumlah lima orang yakni DP (17), F (18), IR (17), R (17), EL (17) dan menyita sejumlah barang bukti satu bilah crulit bergagang kain warna putih, satu potong seragam sekolah korban, satu potong jaket warna hitam milik korban, satu buah tas warna merah berlogo Arsenal, satu potong kaos warna hitam milik korban, dan satu pasang sepatu warna biru putih.

“Kelima tersangka dikenai Pasal 170 ayat (3) KUHP Sub Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan hukuman penjara 12 tahun,” tutupnya. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here