PKH Kota Bekasi
Pengurus Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Bekasi memberikan cendramata kepada Walikota Bekasi Rahmat Effendi, berupa salah satu produk yang dihasilkan oleh warga. Foto: E.Saputra

SUARA BEKASI ONLINE, Bekasi Selatan: Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Bekasi menggelar audiensi dan silaturahmi bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, yang bertempat di Pendopo Kantor Walikota Bekasi, Rabu (09/11/2016).

Acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial H. Junaedi dan Asisten Daerah II Kariman serta  pendamping, koordinator kota dan operator PKH ini diselenggarakan untuk menemukan formulasi sinergis antara Pemerintah Kota dan PKH dalam menanggulangi kemiskinan

Acara tersebut juga membahas tentang progres PKH, potensi pemberdayaan warga, serta hambatan PKH di Kota Bekasi.

Koordinator Kota Bekasi, Usep Satriana, menyampaikan secara nasional dan regional PKH telah terbukti mampu mengurangi angka kemiskinan. Peserta PKH Kota Bekasi tahun 2012 yang berjumlah 10.074 ditambah perluasan satu rasi tahun 2015 sebanyak 10.019, sehingga totalnya menjadi 20.093 saat ini sudah mengalami penurunan menjadi 18.461 atau turun sebanyak 1,632 ( 8.12%).

“Kami juga berharap kepada Pemerintah Kota untuk meningkatkan perhatian kepada PKH Kota Bekasi, dari bulan Februari hingga saat ini saja kami belum menemukan titik temu tentang realisasi kendaraan motor dan insentif pendamping,” ujar Usep Satriana, kepada wartawan, di Bekasi, Rabu (09/11/2016).

Sementara itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, menegaskan kepada PKH untuk kembali berkoordinasi secara intens dan sinergis dengan Dinas Sosial. Mulai selanjutnya, PKH harus terus membangun komunikasi terkait hambatan dan kemajuan program dalam pengentasan kemiskinan.

“Seminggu ke depan segera bentuk tim dikomandoi oleh Dinas Sosial dan melibatkan PKH untuk merumuskan terkait dengan formulasi pengentasan kemiskinan Kota Bekasi, kemudian kita akan buat MoU nanti terkait apa-apa saja yang dirumuskan tim dan diharapkan PKH,” ujar Walikota Bekasi.

“Untuk soal motor bagi seluruh pendamping dan operator kita akan realisasikan dan saya akan instruksikan untuk segera diurus. Sedangkan mengenai insentif nanti akan kita tambahkan honor yang selama ini didapat  menjadi angka upah minimum kota sebesar 3,6 juta,” tambah pria yang akrab disapa Pepen ini.

Ketua Tim Bekasi Berdikari, Mega Saputra, mengatakan, secara internal PKH, pihaknya telah membentuk Tim dengan nama Tim Bekasi Berdikari lengkap dengan programnya untuk merespon apa yang diharapkan oleh Walikota. Tim ini diharapkan mendapatkan support yang maksimal dari Pemkot Bekasi.

“Kota Bekasi ini punya human capital yang baik, hari ini saja kami bawakan produk yang dihasilkan oleh warga untuk Pak Wali, itu sudah membuktikan bahwa sejatinya kita tidak sedang membakar kayu basah untuk mendorong tatanan masyarakat Bekasi yang maju, sejahtera, dan ihsan sebagaimana slogan Kota Bekasi,” tandas Mega Saputra.

Salah seorang Pendamping Kecamatan Bekasi Selatan, Yusuf, mengajak untuk bersama-sama melihat bagaimana follow up dari pertemuan ini, terutama terkait motor dan tambahan insentif agar sesuai UMK dan program pemberdayaan masyarakat.

“Semoga semua tidak hanya berakhir di pendopo ini,” harapnya. [MAN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here