Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans, Kabupaten Bekasi, Effendi, Suara Bekasi
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi, Effendi. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi, mewajibkan perusahaan yang berada di seluruh kawasan industri untuk mendaftarkan para karyawannya ikut dalam program yang digagas pemerintah yakni Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bekasi, Effendi.

Dia mengatakan, perusahaan wajib mendaftarkan para pekerjanya kedalam layanan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, guna melindungi hak pekerja agar tidak terlalu dirugikan oleh tempatnya bekerja.

“Perusahaan wajib melindungi para pekerjanya dengan BPJS Ketenagakerjaan,? sehingga resiko yang ditanggung pekerja bisa dicover nantinya,” ujar Effendi, saat ditemui Suara Bekasi, di ruang kerjanya, Selasa (17/2).

Effendi menjelaskan, program BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana amanat Undang Undang (UU) akan memberikan banyak keuntungan bagi pekerja. Sehingga resiko yang dihadapi pekerja akan lebih ringan dengan jaminan yang diberikan dan produktivitas perusahaan tetap berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama.

BPJS Ketenagakerjaan, sambung Effendi, banyak memberikan manfaat bagi pekerja mulai dari layanan kesehatan hingga santunan hari tua.

Di sinilah saatnya perusahaan memberikan sesuatu yang layak kepada para pekerjanya agar nyaman dalam bekerja, sehingga resiko yang selama ini menjadi kekhawatiran tidak lagi dicemaskan.

“Ini kan bagian program pemerintah di dalam melindungi para pekerja. Resiko apa pun yang dihadapi pekerja telah discover, sehingga pekerja dapat senyaman mungkin beraktivitas di perusahaan,” tutur mantan Kepala Disparbudpora ini.

Lebih jauh dikatakan Effendi, program yang di-launching pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi pekerja adalah sesuatu yang amat penting.

Bahkan, pihaknya siap menindak perusahaan yang apabila belum mendaftarkan pekerjanya ke dalam program akan diberikan sanksi. Untuk itu, kata dia, sanksi akan dilihat dari beratnya permasalahan yang diadukan ke Disnakertrans.

Effendi menambahkan, pihaknya berharap seluruh perusahaan yang berproduksi di kawasan industri, betul-betul memerhatikan para pekerja. Kalau pekerja tidak nyaman, proses produktivitas industri pun tidak dapat berjalan dengan lancar.

Hal tersebut yang harus diperhatikan para pengusaha agar program yang digagas pemerintah dapat diterima dengan baik.

“Apa iya proses produksi dapat berjalan lancar jika pekerjanya tidak dapat bekerja karena sakit,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here