Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam. Ist/SuaraBekasi
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam. Ist/SuaraBekasi

logo DPRD

SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat: Pembangunan sekolah di Kabupaten Bekasi kerap menimbulkan masalah, baik dari penentuan lokasi perbaikan prioritas sampai pelaksanaan pembangunan yang tidak berdasarkan perhitungan yang matang. Hal itu disoroti Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, Selasa (21/6).

Sejauh ini, perbaikan maupun pembangunan sekolah di Kabupaten Bekasi belum terlihat terdata secara sistematis. Sebab, banyak sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan tapi tak kunjung diperbaiki, disisi lain ada sekolah yang kondisinya masih layak tapi sudah kembali dibangun.

Ia mencontohkan, kondisi sekolah di SMPN 1 Cabangbungin, saat ia meninjau lokasi nampak beberapa kelas di sekolah tersebut sudah hancur tapi tak kunjung diperbaiki.

“Waktu saya kunjungan ke Cabangbungin, kemarin camat arahin kami ke sekolah tersebut. Kami lihat ada sekitar 10 kelas di SMPN 1 Cabangbungin yang kondisinya memprihatinkan, udah 5 tahun rusak parah tapi belum juga dibangun sama dinas,” kata dia.

Yang buat dia menambah prihatin, karena ada 10 kelas yang rusak parah yang mengakibatkan para siswa terpaksa harus bergantian untuk belajar di kelas.

“Di sekolah itu ada 800 siswa lebih, mereka kalau sekolah harus kena Shift karena gak kebagian kelas, karena khawatir kalau kelas yang rusak dipake malah mencelakakan siswa jika sewaktu-waktu ambruk,” bebernya.

Di sisi lain, ada pula sekolah yang sudah dibangun tapi tidak mempertimbangkan kondisi lingkungan yang harusnya juga dibenahi, sehingga pembangunannya tidak efektif.

“Contohnya di SDN 01 Simpangan Cikarang Utara, itu dibangun bahkan dibangun lagi, saya minta kalau dibangun itu harus ditinggiin dulu minimal 1 meter, karena disitu dataran rendah dan dia kalau hujan kebanjiran, tapi anehnya dibangun aja tanpa ditinggiin kan percuma,” jelasnya

Politisi PKS ini khawatir, meski sekolah tersebut telah diperbaiki tapi tidak menambah ketinggian pondasi di sekolah itu, jika sewaktu waktu terjadi hujan besar maka sekolah itu akan kembali terendam banjir.

Pihaknya pun mengusulkan agar sekolah tersebut segera dipindah supaya masalah tahunan yang selalu terjadi di sekolah tersebut dapat teratasi, salah satunya dengan merelokasi sekolah ke tempat baru yang lebih kondusif.

“Kalau saya lihat sekolah di SDN Simpangan 01 tidak layak dibangun sekolah, mengingat daerahnya yang cekungan dan rawan banjir. Maka saya rasa perlu dilakukan relokasi, atau Ruislag dengan fasos fasum dari pengembang yang berdekatan dengan lokasi SD,” ungkapnya.

Dengan masalah-masalah yang terjadi ini, Saeful meminta perlu adanya singkronisasi dan koordinasi antar OPD yang terjalin sistematis, seperti dinas pendidikan dengan dinas cipta karya. Jika hal itu bisa dilakukan secara optimal ia meyakini persoalan ini bisa diminimalisir. [ADV]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here