H. Rohim Mintareja, Wakil Bupati Bekasi
Wakil Bupati Bekasi, H. Rohim Mintareja. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintareja, mengungkapkan jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Bekasi setiap tahunnya meningkat. Hal tersebut diungkapkan saat peringatan Hari HIV/Aids Internasional yang dilaksanakan di lapangan Plaza Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Rabu (17/12).

Dikatakan Rohim, pihaknya tidak bisa memberikan data secara rinci besarannya. Pasalnya, di Kabupaten Bekasi belum ada data akurat terkait jumlah pendirita HIV/Aids.

“Kalau data spesifiknya belum mengetahui secara pasti, dikarenakan Kabupaten Bekasi belum mempunyai data yang lebih akurat terkait jumlah HIV/Aids,” ujar Rohim Mintareja kepada wartawan, usai acara tersebut.

Selain itu, Rohim menuturkan, dari hasil temuan yang dilakukan oleh LSM Pemerhati HIV/Aids, usia penderita diakomodir dari bentangan 20 tahun sampai dengan 50 tahun.

“Dengan usia tersebut bisa dibilang memperihatinkan,” tukasnya.

Menurutnya, setiap tahun jumlah penderita HIV/Aids di Kabupaten Bekasi selalu bertambah. Pemkab Bekasi, kata dia, berusaha meminimalisir dan mencegah terjadinya penyebaran HIV/Aids dengan membentuk Komunitas Peduli HIV/Aids.

Pemkab Bekasi juga mengalokasikan aggaran kepada komunitas yang peduli untuk membantu penanggulangan HIV/Aids. ?Sehingga, kata Rohim, penanggulangan HIV/Aids bisa tertangani secara cepat dan spesifik. Meski saat ini obatnya belum tersedia, kata dia, paling tidak bisa mengurangi jumlah penderita tersebut.

“Penderita HIV/Aids terjadi di Kabupaten Bekasi dikarenakan perbuatan sex bebas dan memakai jarum suntik. Jadi efek dari memakai narkoba dan banyaknya melakukan sex bebas. Selain itu pemakai narkoba menggunakan jarum suntik yang tidak steril, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian,” beber pria yang juga sebagai Ketua BNK Kabupaten Bekasi itu.

Rohim menengarai, banyak masyarakat yang melakukan sex bebas dikarenakan masih menjamurnya warung remang-remang yang ada di Kabupaten Bekasi.

Kendati demikian, menurutnya, setiap bulan Satpol PP dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi melakukan razia tempat maksiat tersebut.

“Meski setiap mau razia selalu terjadi kucing-kucingan antara pemilik warung remang-remang dengan petugas,” pungkasnya.? [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here