Ilustrasi
Ilustrasi

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Utara: Banyaknya pemudik yang melewati jalur Pantai Utara (Pantura) dengan menggunakan sepeda motor dimanfaatkan sejumlah warga untuk menjajakan aksesoris mudik seperti Helm, Masker, Slayer, Sarung Tangan, Tas, Jaket, Jas Hujan dan masih banyak lagi.

Dari pantauan Suara Bekasi Online di lapangan, sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata hingga perbatasan Karawang banyak bertebaran penjual aksesoris mudik musiman, padahal di hari biasa sebelum mudik, nyaris tidak ada penjual aksesoris mudik.

Salah seorang penjual, Herman (41), mengaku berjualan barang tersebut dilakukan karena melihat adanya potensi pembeli yang besar, apalagi barang-barang tersebut sangat dibutuhkan pemudik yang melintas.

“Mumpung pas musim mudik ini banyak motor-motor yang lewat, biasanya kan kalo di jalan ini pada hari biasa tidak terlalu banyak. Tapi kalo pas musim mudik ini jumlah kendaraannya bisa berlipat kali lipat yang lewat,” ujarnya, Sabtu (2/7/2016).

Pria asli Cikarang ini menuturkan, ia mendapat barang dagangan aksesoris mudik ini didapat dari pemasok yang masih saudara dekatnya.

“Sepupu saya suplay barang-barangnya, modalnya dari dia, jadi saya cuma bantu ngejualin aja. Ada itungan persenannya kalo laku per buah,” ujarnya.

Dalam sehari, ia mengaku, rata-rata penghasilan kotornya kisaran dua juta dari berbagai macam barang yang dijualnya itu.

“Lumayan lah, buat nambah-nambah uang buat lebaran nanti,” akunya.

Dirinya mengaku, berjualan aksesoris mudik ini semenjak H-10 lebaran hingga malam takbir nanti. Sementara untuk hari setelah lebaran dirinya akan berpindah jualan ke tempat sebaliknya.

“Nanti setelah lebaran, biasanya dari hari lebaran sampe H+3 saya pindah ke sebrang, karena di sana jalur arus balik, tapi biasanya omset di arus balik gak sebanyak di arus mudik,” tandasnya.

Meski demikian, dirinya mengaku untuk arus mudik tahun ini mengalami penurunan pendapatan bila dibandingkan tahun lalu.

“Kalau sekarang pendapatan mengalami penurunan kalo dibandingkan tahun lalu, kalo tahun lalu bisa dapet tiga juta, kalo sekarang rata-rata satu juta,” tandasnya. [SEP]

Tinggalkan Balasan