Ilustrasi
Ilustrasi

 

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Proyek pengadaan truk angkut sampah pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Jabar) terancam gagal.

Pasalnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US Dollar membuat pluktuasi harga tidak menentu dan tidak sesuai dengan harga pada saat perencanaan awal.

Kepala bidang (Kabid) Pasar pada Disperindagpas, Feri Ferdiansyah, mengatakan bahwa rencana untuk pengadaan 6 unit truk sampah pada tahun 2015 dianggarkan sebesar Rp 2 miliar.

Lantaran dollar yang terus melambung, kata dia, dapat dipastikan harga truk juga akan ikut naik naik. Artinya harga saat ini sudah tidak sesuai dengan perencanaan.

“Kalau anggaran Rp 2 miliar kemudian setelah dolar naik harga truknya juga naik, seharusnya pengadaannya 6 unit, namun terbayarnya cuma 5 unit. Dari pada masalah nantinya lebih baik tidak diserap,” ujar Feri Ferdiansyah kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2015).

Ia menjelaskan, sesuai spesifikasi perencanaan pengadaan truk adalah merk Toyota Dyna kelas truk kecil 6 ban, yang harganya sudah jelas dalam E-katalog. Sehingga dapat dipastikan tidak ada mark up dalam pengadaan truk sekarang ini.

“Kami anggarkan mampunya membeli truk jenis Dyna, selain lebih kuat harganya juga lebih murah di kelasnya,” terangnya.

Ia berharap, situasi krisis ekonimi seperti ini bisa cepat terlewat, sehingga tidak berdampak buruk terlalu jauh bagi pengadaan barang dan jasa (Barjas), bahkan pembangunan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Bekasi.

“Semoga krisis ekonomi cepat pulih kembali, sehingga tidak ada dampak buruk Barjas dan pembangunan,” tuturnya.

Ia menambahkan, semua program bisa berjalan sesuai yang diharapkan, seperti pengadaan truk yang saat ini memang sudah sangat urgent untuk dilakukan. Hal itu mengingat kurangnya armada sehingga membuat penumpukan sampah di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Kami sudah urgent terkait masih kurangnya armada pengangkut sampah di pasar-pasar tradisional yang mengakibatkan penumpukan sampah,” pungkasnya. [DIK]

Tinggalkan Balasan