Swatantra Wibawa Mukti
Logo Pemerintah Kabupaten Bekasi

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Ketua Tim Pelestari Cagar Budaya Kabupaten Bekasi, Muhtadi Muntaha, mengatakan? untuk menetapkan suatu situs cagar budaya di Kabupaten Bekasi memerlukan anggaran yang cukup besar.

“Karena ini inisiatif dinas, tentunya tidak akan cukup hanya Rp 50 juta untuk penelitian. Anggaran yang dialokasikan kalau tidak salah hanya 250 juta,” ujar Muhtadi Muntaha kepada wartawan, di Cikarang Senin (26/01/2015).

Muhtadi Muntaha menilai, anggaran sebesar itu belum mencukupi untuk kegiatan mulai dari penelitian, pengkajian sampai kepada seminar yang mengundang para ahli sejarah maupun ahli kepurbakalaan.

Makanya, kata dia, tim pelestari meminta agar anggaran di tahun 2015 bisa ditambahkan baik melalui ABT maupun APBD Perubahan.

“Kita tidak bisa sekedar menetapkan situs cagar budaya. Di dalam penetapan suatu cagar budaya ada tim ahli yang berasal dari ahli sejarah dan ahli dalam kepurbakalaan,” terang pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Ditahun 2015, Muhtadi menuturkan, ada sekira 10 titik situs cagar budaya. Namun setelah dikerucutkan lagi ada 5 besar dan yang dipastikan menjadi situs cagar budaya hanya 3 saja. Di antaranya Situs Buni, Gedung Juang dan Saung Ranggon.

Muhtadi menambahkan, tim pelestari akan berusaha mengejar 10 situs yang dinilai sebagai cagar budaya, namun ada juga yang tidak ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Doain saja dari 10 titik bisa terkejar penetapannya di tahun 2015,” pungkasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here