Abdul Karim, Kabupaten Bekasi, CIkarang Pusat
Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi, Abdulah Karim. FOTO: WISNU WIRIAN/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi siap memasilitasi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mendapatkan bantuan permodalan agar lebih eksis dan giat memasarkan hasil produksinya. Demikian diutarakan Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi, Abdulah Karim.

Dia mengatakan, soal bantuan permodalan memang menjadi salah satu kendala para pelaku UMKM lantaran banyaknya persyaratan yang diberikan, yang pada akhirnya membuat para pelaku UMKM terhambat pengembangannya.

“Pemkab Bekasi siap memasilitasi para pelaku UMKM di dalam mendapatkan kemudahan terutama pada pinjaman modal untuk meningkatkan produksinya,” ujar Abdulah Karim kepada Suara Bekasi, di ruang kerjanya, Senin(16/2).

Abdulah Karim menuturkan, potensi pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi sangat banyak jumlahnya di sisi formal. Artinya, kata dia, pelaku UMKM tersebut notabenenya para pelaku usaha yang menjajakan dagangannya secara keliling, berbeda dengan yang mendiami kios.

Pelaku UMKM tersebut rata-rata pedagang kecil yang biasa keliling seperti tukang gorengan, tukang roti maupun lainnya secara tidak langsung keberadaannya cukup banyak.

Menurutnya, kendala yang kerap dihadapi para pelaku UMKM sering kali terbentur di permodalan. Padahal, katanya, mereka (pelaku UMKM) tidak mengetahuinya secara mendalam apa yang menjadi persyaratan untuk mendapatkan bantuan kredit lunak yang dikucurkan Pemerintah.

Yang ada selama ini, lanjutnya, pelaku UMKM keberatan dengan adanya permintaan jaminan dari pemilik modal. Kalau pun mau diperdalam lagi tidak ada kalimat jaminan.

“?Modal yang dipinjam kepada pelaku UMKM, tentunya wajib dikembalikan karena uang yang masuk dan keluar setidaknya bisa berjalan terus,” papar mantan Kepala BPMPD ini.

Ditambahkannya, kurangnya pengetahuan pelaku UMKM dalam memahami prosedur yang ada menjadi hambatan pula untuk mendapatkan kucuran modal. Padahal, apabila pengusahanya memahami segalanya kemungkinan kucuran modal akan cepat turunnya.

“Tidak ada yang namanya jaminan yang harus dibuat dalam bentuk komitmen si peminjam,” tukasnya. [DIK]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here