Plt. Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja. Foto: Wisnu Wiriyan-suarabekasi.id

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Untuk memaksimalkan pemilih yang akan mencoblos pada pemilu nanti, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menyurati seluruh perusahaan agar meliburkan karyawannya untuk dapat mencoblos ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dalam waktu dekat akan kita surati semua (perusahaan). Surat edaran itu berisi larangan beroperasi bagi perusahaan saat pemungutan suara nanti,” kata Plt. Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, Senin (8/4/2019).

Menurut data dari KPU Kabupaten Bekasi, tingkat partisipasi pemilih pada saat Pilpres 2014 lalu sebesar 68 persen. Sementara saat Pilgub Jabar 2018 kemarin hanya 60 persen.

“Makanya kita minta seluruh perusahaan untuk meliburkan karyawannya saat pemilu nanti,” katanya.

Menurut Eka, sudah sewajarnya jika perusahaan meliburkan karyawannya saat hajat pesta demokrasi lima tahunan untuk memberikan keleluasaan karyawan dalam menyalurkan hak konstitusinya.

“Apabila ada perusahaan yang bersikeras beroperasi saat pemilu karena tuntutan produksi, mereka wajib memberikan kesempatan karyawannya untuk memilih terlebih dahulu,” jelasnya.

“Bukan hanya itu, perusahaan juga dituntut memberikan uang lembur karena mempekerjakan karyawannya saat pemilu,” imbuhnya.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin mengaku optimis mampu menaikkan jumlah partisipasi pemilih di wilayahnya pada pemilu mendatang.

“Kami yakin lebih tinggi (tingkat partisipasi), karena pemilu kali ini dilaksanakan serentak, antara Pilpres dan Pilegnya bersamaan,” kata Jajang.

Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan pengelola kawasan industri agar perusahaan meliburkan karyawannya.

“Pengelola telah menyanggupi. Dengan diliburkannya seluruh karyawan perusahaan, harapan kami tentu saja target partisipasi pemilih pada pemilu 2019 sebesar 77,5 persen dapat tercapai,” tandasnya. [SEP]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here