Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Yuliadi Prihartono. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online
Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Yuliadi Prihartono. Foto: Sepri Parulian/Suara Bekasi Online

SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Yuliadi Prihartono mengungkapkan bahwa soal Coorporate Social Responbility (CSR) dari keuntungan perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi diakuinya memang belum maksimal dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Kita sedang berusaha untuk menyelesaikan persoalan ini dan ini sungguh luar biasa sekali soal CSR,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Kalau Undang Undang Nomor 40 Tentang CSR, jelas Yuliadi mengungkapkan sangat sulit sekali penerapannya kepada perusahaan karena tidak ada sanksi yang mengaturnya.

Bahkan jelasnya, Bappeda Kabupaten Bekasi berupaya membuat perangkat yang diharapkan dapat menarik minat perusahaan menyalurkan CSR nya semisal seperti program penanaman pohon (penghijauan), atau bisa juga melalui pembangunan taman, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

“CSR tidak bisa dipaksakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi meski sudah ada UU tentang CSR tersebut, semua tergantung dari pemberi CSR itu sendiri tergantung apa yang mau disumbangkan ke masyarakat setempat,” kata dia.

“Kalau untuk mengarahkan perusahaan pemberi CSR tidak ada untuk bidang tertentu tetapi bagaimana kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat,” sambungnya.

Ia menerangkan, CSR yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten tersebut bukan berbentuk uang melainkan barang.

“Kendati Plt Bupati Bekasi sangat menginginkan yang terbaik dalam program CSR yang diharapkan bisa tepat sasaran. Sehingga pembangunan Kabupaten Bekasi kedepannya tidak hanya tergantung pada APBD,” tandasnya. [RED]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here