SUARA BEKASI, Cikarang Utara: Ketua terpilih LSM Peduli Lingkungan Jabar (Pelija) Kabupaten Bekasi, H Sunawan, mengaku sangat prihatin dengan kondisi dampak pencemaran lingkungan oleh sejumlah industri dan masyarakat di Kabupaten Bekasi.

Kondisi tersebut membuat bidang pertanian yang diandalkan sebagai lumbung beras menjadi bermasalah bahkan mengakibatkan gagal panen.

“Berawal dari keprihatinan tersebut saya mau menerima amanah sebagai Ketua Pengurus Daerah LSM Pelija Kabupaten Bekasi agar mampu bersinergi dan mengawasi pencemaran lingkungan di Kabupaten Bekasi yang sudah pada tahap membahayakan,” ujar pria yang juga mantan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bekasi ini.

Apalagi dikatakannya saat ini banyak keluhan masyarakat mengenai Kali Cikarang yang tercemar limbah dan membuat gagal panen sejumlah wilayah khususnya di bagian utara Kabupaten Bekasi.

“Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan perumahan dan industri ini yang mengancam bidang pertanian. Kita prihatin baru satu setahun rencana umum tata ruang (RUTR) Kabupaten Bekasi sudah akan berubah lagi, contohnya dari Pilar- Sukatani yang bukan zona industri kini tumbuh industri,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan kegiatan reklamasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang merupakan salah satu sungai tercemar di Kabupaten Bekasi.

“Kita juga akan mengawasi prombelmatika pencemaran lingkungan serta izin yang yang ada di Kabupaten Bekasi seperti kasus Gunung Garuda, Ipal Hyundai serta mengkoreksi baik dewan atau legislatif,” tambah pria juga Ketua Pengcab Sepak Takraw ini.

Dikatakannya Pengurus LSM Pelija Kabupaten Bekasi terbentuk 9 Oktober 2014. Dan Pelija Jabar sendiri saat ini sudah terbentuk di 8 kabupaten / kota di Jawa Barat antara lain Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Karawang, Purwakarta, Sukabumi, Kota Bogor Kabupaten Bogor, dan Cianjur, dengan pendiri H Buyung Iksal. [ATA]

Tinggalkan Balasan