Beranda Bekasi PDAM Tirta Bhagasasi Pertanyakan Penyertaan Modal Pemkab Bekasi

PDAM Tirta Bhagasasi Pertanyakan Penyertaan Modal Pemkab Bekasi

0
Pengawas PDAM
Jajaran Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi. (Foto: Dokumentasi Suara Bekasi)

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi, mempertanyakan bantuan penyertaan modal sebesar Rp 40 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang belum cair sampai saat ini.

Anggota dewan pengawas PDAM Tirta Bhagasasi, Noerhawi, mengatakan tidak adanya bantuan penyertaan modal dari Pemkab Bekasi berdampak pada kinerja PDAM yang telah direncanakan menjadi tidak berjalan secara maksimal.

“Kenapa tahun 2015 tidak ada penyertaaan modal dari Pemkab Bekasi, sedangkan Kota Bekasi saja memberikan penyertaan modal sebesar 15 miliar,” ujar Noerhawi, saat dikonfirmasi Suara Bekasi, Senin (6/4/2015).

Ia mengatakan, tidak adanya dana penyertaan modal dari Pemkab Bekasi sebagaimana yang telah diajukan sebesar Rp 40 miliar untuk mendukung perencanaan yang sudah dibuat PDAM Tirta Bhagasasi, menjadi terancam tidak bisa berjalan.

Padahal, sambung dia, dengan dana yang disertakan Pemkab Bekasi dapat digunakan untuk menyelesaikan pembangunan kantor pusat, pembangunan jaringan WTP serta penyambungan pipa air di wilayah Kecamatan Tarumajaya.

Lebih jauh Noerhawi menjelaskan, Kota Bekasi saja memberikan penyertaan modalnya sebesar Rp 15 miliar dalam APBD untuk PDAM Tirta Bhagasasi.

Namun, kata dia, Kabupaten Bekasi yang memiliki saham mayoritas tidak ada sama sekali penyertaaan modal untuk melaksanakan apa yang menjadi perencanaan PDAM Tirta Bhagasasi dalam mengejar target pelayanan air bersih sebanyak 25 ribu di tahun 2015.

“Kalau menggunakan dana perusahaan sendiri, pastinya PDAM Tirta Bhagasasi tidak akan kuat untuk membiayai seluruh perencanaan yang telah menjadi program kinerja yang ada,” tukasnya.

Masih menurutnya, pihaknya berharap ada penjelasan konkrit mengenai masalah penyertaan modal untuk PDAM Tirta Bhagasasi yang tidak ada dalam APBD Kabupaten Bekasi tahun 2015.

Noerhawi menambahkan, tidak adanya penyertaan modal dari Pemkab Bekasi otomatis berpengaruh kepada sasaran kinerja yang telah direncanakan.

“Ada kekhawatiran dari PDAM yang berupaya mengejar target pemenuhan pelayanan air bersih bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, dengan membuat sambungan pipa baru menjangkau seluruh wilayah akan terhenti,” tandasnya. [DIK]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini