Pangdam Jaya/Jayakarta
LATIHAN PERTANIAN: Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Agus Sutomo, SE saat membuka acara pelatihan pertanian bertempat di Aula Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi wilayah Kodim 0509/Kab Bekasi, Selasa (27/1/2015). FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Cikarang Pusat: Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Agus Sutomo, SE buka pelatihan pertanian bagi prajurit Angkatan Darat (AD), bertempat di wilayah Kodim 0509, di Aula Wibawa Mukti, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Selasa (27/1).

Kegiatan pelatihan pertanian tersebut diikuti oleh 188 peserta terdiri dari para Babinsa, Danramil, kelompok tani dan Petani Penyuluh Lapangan (PPL).

“Kegiatan pelatihan pertanian bagi prajurit TNI Angkatan Darat di bawah komando Kodam Jaya ?sebagaimana MOU yang dilaksanakan antara Pak KSAD dan Pak Menteri Pertanian dalam membantu mewujudkan swasembada pangan,” ujar Mayjen Agus Sotomo kepada wartawan usai kegiatan.

Dikatakannya, kegiatan tersebut sebagaimana tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara TNI AD yang diwakili langsung Kepala Staf Angakat Darat (KSAD) dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.?

Menurutnya, ?kegiatan pelatihan pertanian kepada para Babinsa, Danramil, kelompok tani dan PPL akan berlangsung selama empat hari. Kelompok tani yang sudah memiliki pengalaman di lapangan mungkin bisa memadukannya dengan penggunaan teknologi dalam mendorong kemajuan.

Agus Sutomo menuturkan, pihaknya hanya ingin melanjutkan atau menjabarkan dengan memberikan pelatihan kepada para Babinsa dan Danramil. Sehingga nantinya dapat menjadi penyuluh pertanian kepada kelompok tani, yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan hasil produksi pangan baik jagung, padi maupun tanaman lainnya.

Lebih jauh Agus Soetomo menjelaskan, jika setiap Pemerintah Daerah (Pemda) yang ada di seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke ?bekerja sama dengan TNI, maka para petani akan mendapatkan pendampingan dari para Babinsa maupun Danramil.

Sehingga ada peningkatan produksi pangan sebesar 100 persen minimal setiap kali panen kemudian ada hitungannya juga.

“Kelompok tani yang sudah memiliki pengalaman paling tidak dapat memadukan kemampuannya dengan pemahaman teknologi. Sehingga ada pencapaian di dalam produksi pangan,” tutur jendera bintang dua ini.

Selain pelatihan yang diberikan kepada Babinsa dan Danramil, sambung Agus Sutomo, pihaknya menyebutkan masalah irigasi juga harus diperhatikan. Karena Menteri Pertanian sendiri telah berjanji untuk memperbaiki seluruh irigasi di lahan pertanian.

“Dengan perbaikan irigasi yang selama ini panen hanya setahun 2 kali, maka peningkatannya bisa mencapai 5 kali sekali panen,” ujarnya.

Lebih jauh dibeberkan, jika hal itu dilakukan dengan adanya perbaikan pada sektor pertanian, maka peningkatan hasil panen yang semula hanya 2 kali bisa menjadi 5 kali sekali panen. Sementara hasil yang sebelumnya hanya 4-5 ton peningkatannya menjadi 10-11 ton sekali panen.

Dengan demikian, tambah Agus Sutomo, dalam waktu tiga tahun target Pemerintahan Pak Jokowi sudah bisa swasembada pangan malah Indonsia bisa ekspor.

“Selain pelatihan pertanian mungkin sisi lain dari itu adalah irigasi menjadi hal terpenting. Bagaimanapun juga adanya irigasi akan membuat pe?ncapaian target pangan,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Deputi Iptek Masyarakat Kementerian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi Ahmad Dading Gunadi, Prof Dr Simarmata Dosen Unpad, Pejabat Distribusi C Kodam Jaya dan Pejabat Pemkab Bekasi. [DIK/MAN]

Tinggalkan Balasan