Beranda Berita Utama Overload, Pemkab Bekasi Cari Pengganti TPA Burangkeng

Overload, Pemkab Bekasi Cari Pengganti TPA Burangkeng

0
Gedung Juang
BERSIHKAN GEDUNG JUANG: Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin didampingi Sekda Muhyiddin, secara simbolis serahkan tempat sampah kepada masyarakat usai kegiatan senam bersama dan bersihkan sampah di lingkungan Gedung Juang 45 Tambun Selatan, Sabtu (25/4/2015). FOTO: DIKA/SUARA BEKASI

SUARA BEKASI, Tambun Selatan: Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, mengakui untuk membenahi dan mengatasi persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi bukan perkara yang mudah.

Meski Kabupaten Bekasi disebut sebagai kota terkotor nomor dua di Jawa Barat, namun upaya menghilangkan kesan tersebut terus dilakukan pihaknya dengan mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Pemkab Bekasi berupaya semaksimal mungkin untuk membenahi masalah sampah yang menjadi persoalan, yang akhirnya membuat Kabupaten Bekasi mendapat predikat kota terkotor kedua di Jawa Barat,” ujar Bupati Neneng kepada sejumlah awak media, usai olah raga bersama jajaran Kepala SKPD dan masyarakat‎, di Gedung Juang, Tambun Selatan, Sabtu (25/4/2015).

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi akan memfokuskan di beberapa wilayah kota yang menjadi titik pantau penilaian Adipura.

Diakuinya, persoalan sampah selalu menjadi dilema, bahkan Pemkab Bekasi berusaha untuk menggalakan kebersihan di lingkungan masyarakat, dan mengajak hidup sehat untuk tidak membuang sampah sembarangan guna menghapuskan kesan kota terkotor.

Masih menurutnya, Pemkab Bekasi juga dilema dengan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang luasnya masih belum sepadan.

Padahal, katanya, ada tuntutan idealnya keberadaan TPA tidak boleh kurang dari 11 hektar. Namun, sudah ada beberapa investor yang ingin berinvestasi, hanya saja masih ada persoalan di tata ruangnya.

“Persoalan sampah menjadi persoalan yang cukup pelik, sehingga Pemkab Bekasi harus mencari alternatif lahan untuk TPA yang ada sekarang,” imbuh wanita yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi ini.

Permasalahan selanjutnya yang dihadapi Pemkab Bekasi, kata Bupati, adalah bukan perkara yang mudah untuk mencari pengganti lahan TPA yang sudah ada.

Bahkan, untuk mencari pengganti lahan TPA harus melakukan kajian mendalam. Mulai dari tata ruang, amdal, sampai perizinan yang memungkinkan kelayakan lahan tersebut menjadi areal TPA.

“Harus ada kajian mendalam. Kalau pun dalam RUTR-nya tidak ada, maka perlu ditambahkan lagi agar persoalan lahan pengganti bisa secepatnya terealisasi,” pungkasnya. [DIK]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini