Ilustrasi
Ilustrasi

SUARA BEKASI, Kota Bekasi: Diduga aktor Boy Sandi, atau biasa disapa Boysan, dianiaya empat orang penagih utang alias debt collector.

Penganiayaan Boy Sandi terjadi di depan perumahan Griya Bintara Indah, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Ahad, 17 Mei 2015. Akibatnya, pelantun tembang-tembang khas Minangkabau ini babak belur.

Saat itu Boy Sandi baru saja naik taksi untuk berangkat kerja dari rumahnya sekira pukul 19.00 WIB.

“Saya naik taksi, tiba-tiba dihadang dan dihentikan,” kata Sandi setelah diperiksa sebagai saksi korban di Markas Kepolisian Reort Kota Bekasi (Mapolres), Senin (18/5/2015).

Ia menuturkan, para pelaku langsung menyuruhnya keluar dari mobil. Tanpa banyak bicara, empat penagih utang itu tiba-tiba mengeroyoknya. Boy dijambak, dicekik dan disertet hingga menderita luka memar pada kepala, leher dan siku.

“Tangan, jari, pinggang sampai lecet,” jelasnya.

Motif penganiyaan Boy Sandi dilatar belakangi menunggaknya pembayaran cicilan mobil Honda CRV miliknya selama dua bulan. Padahal hari itu (Ahad), kata Boy, dia akan menyelesaikan tunggakan sekira Rp 7 juta.

Dia sangat menyesalkan penganiayaan yang dilakukan oleh debt collector tersebut.

“Padahal ingin saya jelaskan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Pria kelahiran Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan 31 tahun lalu itu mengaku tengah sibuk, sehingga tak sempat membayar cicilan mobilnya.

Akibat tindakan para penagih utang ini, Boy meminta penyelesaian secara hukum.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota, Ujang Rohanda, membenarkan adanya laporan Boy tersebut. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

“Korban sudah menjelaskan identitas pelaku, dan kami juga masih meminta keterangan saksi-saksi,” tandasnya. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here