PPI Paljaya
Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin saat mengunjungi lokasi PPI Paljaya,Tarumajaya, Jumat (7/10/2016). Foto: Indra Gunawan/Suara Bekasi Online.

SUARA BEKASI ONLINE, Tarumajaya: Tak ada agenda mendadak, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin melakukan kunjungan ke Pusat Pendaratan Ikan (PPI Paljaya) yang berada di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya pada Jumat (07/10/2016) lalu.

Kedatangannya pun membuat tanda tanya semua nelayan dan penduduk sekitar. Sangat disayangkan, kedatangannya pun hanya untuk meninjau Jembatan Cinta yang berada di Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove (PRPM) yang dibangun oleh Kementerian Kehutanan.

Turut hadir dalam acara kunjungan di pesisir pantai Tarumajaya tersebut yakni Kepala UPTD PPI, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tarumajaya beserta staf lainnya, Ketua Pokmaswas Hiu, serta nelayan sekitar.

Pada kesempatan tersebut, para nelayan pun menyampaikan langsung keluhan yang mereka alami langsung dalam menangkap ikan.

Keluhan yang disampaikan pun beragam. Adanya pembuangan limbah perusahaan hingga mencemari laut yang berdampak langsung menurunnya hasil tangkapan nelayan, penyempitan alur pelabuhan dan sedimentasi atau pendangkalan kolam pelabuhan.

Mereka mengeluhkan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi terhadap para nelayan.

Setelah melihat keadaan Jembatan Cinta, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin menanggapi apa yang menjadi keluhan warga setempat. Ia mengatakan bahwa dirinya juga akan membangun Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove di Muaragembong.

“Saya berharap nantinya dapat menjadi destinasi wisata mangrove dan pelestarian ekosistem Lutung Jawa,” harapnya.

Neneng yang juga calon petahana Bupati Bekasi berjanji akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Peningkatan honor RT/RW, honor penggali kubur, honor petugas mengkafani mayat atau Amil, BPJS gratis untuk kader Posyandu, guru ngaji dan lainnya. Tentunya semua itu kita tingkatkan untuk kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Nelayan PPI Paljaya, Kurdi, mengatakan heran terhadap kedatangan Bupati Bekasi ke lokasi tersebut. Ia beranggapan kedatangan Bupati untuk melihat keadaan nelayan atau hanya ingin mengunjungi Jembatan Cinta.

“Kalau dia memang turun untuk melihat keadaan nelayan sekitar, ya duduk langsung dong di pelelangan, bukan berfoto bersama di Jembatan Cinta. Ini mau melihat keadaan rakyat atau hanya wisata di Jembatan Cinta,” ucap Kurdi kesal saat berbincang dengan Suara Bekasi Online, Senin (10/10/2016).

Hal senada dikatakan Ketua Pokmaswas Hiu, Agus Arief Setiawan. Ia sangat menyayangkan kedatangan Bupati Bekasi hanya sekadar meninjau Jembatan Cinta, namun tidak pada solusi terkait permasalahan nelayan yang selama ini menjadi hambatan para nelayan dalam mencari ikan.

“Ya kedatangan Bupati Bekasi akan kita lihat sampai di mana, setelah melihat keadaan nelayan sekitar, kita butuh perhatian bukan sekedar blusukan, kita ingin para nelayan ini hidup sejahtera dengan melimpahnya hasil tangkapan nelayan,” tukasnya. [GUN]

BERIKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here