SUARA BEKASI ONLINE, Cikarang Pusat: Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun depan bakal menjadikan Gedung Juang, Tambun Selatan sebagai pusat kebudayaan dan monumen sejarah di Kabupaten Bekasi.

Sehingga Gedung Juang Tambun Selatan tersebut, nantinya bakal dilakukan penataan dan penambahan ornamen seperti pembuatan taman di depan Gedung Juang, pembuatan Signed Monumental museum diorama Bekasi, pembuatan batas teritori dengan bangunan sekitar, pembuatan Drop Of Area, dan penataan area parkir.

Anggota Komisi VI DPR RI, Daeng Muhammad mengapresiasi soal rencana Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membangun pusat kebudayaan dan museum. Dengan demikian ia berpandangan dapat menunjukkan identitas dan nilai historis Kabupaten Bekasi.

“Saya sangat mendukung sekali, karena memang ini konsep yang saya pernah bicarakan ketika saya menjadi dewan di Kabupaten Bekasi,” kata dia, Rabu (6/11/2019).

“Saya berharap dulu ada yang namanya suatu pusat kebudayaan di Kabupaten Bekasi, termasuk museum, disitu juga ada suatu pentas seni sehingga memberdayakan masyarakat dan seniman di Kabupaten Bekasi,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan ini, kata dia, tidak perlu sepenuhnya dibiayai oleh APBD, namun dapat pula didanai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang berada di Kabupaten Bekasi.

“Kita tidak sulit untuk membangun hal seperti itu, saya dengar dalam pembangunannya didanai APBD, Pemkab sudah menganggarkan 17 miliar. Bolehlah dianggarakn dari APBD tetapi itu sebagai stimulus saja,” bebernya.

“Selebihnya gunakan CSR, CSR dialihkan untuk pembangunan disana, karena Pemerintah Daerah sebenarnya punya hak paksa juga untjk meminta, mereka Undang Undang PT nomor 40 Tahun 2007 memperbolehkan hal itu. Untuk mensupport kebudayaan di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Suwartika mengatakan rencananya proses pembangunan pusat kebudayaan dan museum di Gedung Juang, Tambun Selatan bakal mulai dibangun tahun depan.

“Rencananya sih kita akan bangun itu tahun depan. Kita membutuhkan dana sebesar 38 miliar dengan dua tahap. Saat ini anggaran KUA-PPAS nya sedang dibahas di DPRD. Tinggal diparipurnakan saja. Tapi saya dengar Ketua DPRD dan Komisi 2 mengusulkan satu tahap saja. Kita tinggal lihat nanti saja keputusannya seperti apa,” tandasnya. [RED]

Tinggalkan Balasan